Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sedikit awan, 23.1 ° C

Musim Kemarau Panjang, PDAM Pangandaran Masih Mensuplai Air Ke Pelanggan

Agus Kusnadi
MESKI kemarau panjang melanda wilayah Kab. Pangandaran, namun sebagian besar pelanggan masih menikmati suplai air dari PDAM, Minggu, 20 Oktober 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
MESKI kemarau panjang melanda wilayah Kab. Pangandaran, namun sebagian besar pelanggan masih menikmati suplai air dari PDAM, Minggu, 20 Oktober 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Meski musim kemarau masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, namun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih melayani konsumen dengan menyuplai air melalui intalasi pipa air yang masuk ke rumah-rumah pelanggan. 

Diketahui aset PDAM belum lama ini baru diserahkan Pemerintah Kab. Ciamis ke Pemerintah Kab Pangandaran bersamaan dengan aset BPR BKBD Pangandaran yang pada saat itu diserahkan oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang didampingi Ketua DPRD Kab. Ciamis Nanang Permana dan diterima oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari di hotel Menara Laut Pangandaran.

Menurut Pimpinan sementara PDAM Kab. Pangandaran Trisno, jumlah pelanggan saat ini sebanyak 2.800 pelanggan. Meski sedang musim kemarau panjang namun kebutuhan air kepada para pelanggan,PDAM masih bisa mensuplainya.

"Sampai sekarang belum ada penambahan konsumen," kata Trisno, Minggu, 20 Oktober 2019.

Diungkapkan Trisno, PDAM memiliki 5 lokasi sumber mata air untuk melayani konsumen di Kab. Pangandaran, seperti sumber mata air Padaherang, Emplak Kalipucang, Putrapinggan dan Citumang Parigi dan sampai sekarang masih mensuplai air ke rumah-rumah pelanggan. 

"Cuma pelanggan PDAM yang berada di daerah Kec. Kalipucang yang sudah tidak mengalir lagi karena sumber mata air yang berada di Emplak sudah kering, sementara yang lainnya air PAM masih mengalir," ujar Trisno.

Trisno mengatakan, sejak dilimpahkan asetnya dari Pemkab Ciamis ke Pemkab Pangandaran belum ada perubahan atau penggantian karyawan. "Karyawannya masih tetap yang dulu," ujarnya.

Namun tidak sedikit warga yang masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan nya sehari-hari terutama di daerah dataran tinggi. Bahkan melalui relawan Tagana dan BPBD terus melakukan pendistribusian air bersih dengan kendaraan tanki air yang diambil dari PDAM yang hingga saat ini sudah mencapai sekitar 2 juta liter air yang didistribusikan ke daerah kekeringan di wilayah Kab Pangandaran.***

Bagikan: