Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 28.2 ° C

Densus Temukan Busur dan Anak Panah di PLN Gardu Induk Tasikmalaya

Bambang Arifianto
ILUSTRASI terduga teroris.*/DOK. PR
ILUSTRASI terduga teroris.*/DOK. PR

TASIKMALAYA, (PR).- Densus 88 Anti Teror membawa barang bukti busur dan panah yang diperoleh s‎elepas melakukan penggeledahan di PLN Gardu Induk Tasikmalaya, Senin 21 Oktober 2019. Penggeledahan dilakukan untuk mengusut keterlibatan W, 23 tahun, pegawai di gardu tersebut yang dicokok di Cirebon.

Informasi terkait temuan Densus diungkapkan Ayi Ruhimat, 45 tahun, Ketua RT 05 di wilayah RW 1, Kampung Sambongtengah, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Sebagai pimpinan RT,  Ayi ikut dibawa serta petugas menyaksikan penggeledahan itu. Petugas, tuturnya, melakukan penggeledahan di mess dan ruang piket Gardu Induk Tasikmalaya.

Dua lokasi tersebut merupakan tempat tinggal W yang memilih tak menyewa rumah kontrakan dan indekos di luar kawasan gardu. Dari penggeledahan di tempat tidur ruang piket, petugas membawa busur, panah serta benda sejenis senapan angin yang ditemukan di sana. Secara pribadi, Ayi juga mengaku kenal dengan W karena kerap berinteraksi di gardu. Ayi bekerja sebagai pengawas kabel tower yang merupakn mitra kerja PLN Gardu Induk Tasikmalaya.

Seperti diketahui, Densus 88 melakukan penggeledahan di PT PLN (Persero) Gardu Induk Tasikmalaya di Jalan Sambongjaya, Kota Tasikmalaya, Senin 21 Oktober 2019. Penggeledahan terkait dengan penangkapan terduga teroris berinisial W yang bekerja di tempat tersebut.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengonfirmasi penggeledahan itu. "Betul mas," kata Anom melalalui pesan WhatsApp, Senin siang. Anom belum bisa memberi keterangan lebih lanjut dengan alasan tengah menggelar video conference dengan Kapolri. Sementara itu, ‎Isep,petugas keamanan Gardu Induk Tasikmalaya membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Dengan menggunakan beberapa mobil, Densus datang bersama petugas Polres Tasikmalaya Kota yang melakukan pengamanan sekira pukul 09.30 WIB.

 Proses penggeladahan hanya makan waktu satu jam. Para petugas kemudian keluar dari gudang PLN itu. Isep mengamini W memang bekerja di sana. Ia bekerja sebagai enginering atau operator panel di lokasi tersebut. W berasal dari Cirebon dan baru diangkat sebagai pekerja yang berdinas di Gardu Induk Tasikmalaya. Ihwal mengapa tempat kerjanya digeledah, ia tak mengetahuinya. Menurutnya, W yang merupakan lulusan SMK itu terkadang bekerja di lapangan jika ada aliran listrik yang mengalami gangguan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Densus 88 menangkap dua terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Kota Cirebon. Keduanya yakni W, warga Tengah Tani, Kabupaten Cirebon serta A merupakan Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon. Mereka dicokok di tempat terpisah pada Kamis 17 Oktober 2019 sore.

W diringkus di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Cirebon. Sementara A dicokok di tempat kediamannya. Di rumah A, Korps Bhayangkara mendapati sejumlah barang bukti seperti senjata tajam, ketapel, topeng joker, satu ember berisi kelereng, buku-buku mengenai jihad dan tauhid serta cairan kimia.***

Bagikan: