Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Rumah Ambruk di Majalengka Diduga Akibat Pergerakan Tanah

Tim Pikiran Rakyat
SATU rumah ambruk dan satu lainnya retak-retak, di Blok Panyalahan, RT 003/004, Desa Sinargalih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, diduga akibat pergerakan tanah, Jumat, 19 Oktober 2019 malam.*/TATI PURNAWATI
SATU rumah ambruk dan satu lainnya retak-retak, di Blok Panyalahan, RT 003/004, Desa Sinargalih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, diduga akibat pergerakan tanah, Jumat, 19 Oktober 2019 malam.*/TATI PURNAWATI

MAJALENGKA, (PR).- Sebuah rumah ambuk serta satu lainnya retak-retak terjadi di Blok Panyalahan, RT 003/004, Desa Sinargalih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka. Insiden itu terjadi diduga akibat pergerakan tanah yang terjadi pada Jumat, 18 Oktober 2019 malam.

Rumah yang ambruk tersebut adalah milik Herni (47). Sedangkan yang mengalami retak-retak milik Danta (60), yang posisinya berdampingan.

Berdasarkan laporan Tati Purnawati dari Kabar Cirebon, tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri, hanya sejumlah perabotan rumah tangga sebagian alami kerusakan.

Belum diketahui secara pasti penyebab pergerakan tanah tersebut, apakah terjadi akibat kemarau panjang yang berdampak pada patahan tanah, atau penyebab lainnya. Pihak BPBD Kabupaten Majalengka masih akan melakukan penelitian terlebih dulu untuk memastikan penyebab tersebut.

Tanpa tanda-tanda sebelumnya

Menurut keterangan pemilik rumah, musibah tersebut terjadi sekitar  pukul 18.45 WIB, atau menjelang solat Isya. Kejadian itu tanpa diduga sebelumnya, karena tidak ada tanda-tanda. Kondisi rumah Herni yang diperkirakan berukuran 8x10 meter ini juga masih dalam kondisi kokoh.

Demikian halnya dengan rumah Danta, yang di beberapa bagian dindingnya mengalami retak-retak hingga berukuran antara 4 hingga 10 cm.

Para pemilik rumah mengaku kaget mendengar suara retakan bambu dari atap bangunan, serta serasa terjadi gempa karena lantai rumahnya bergoyang. Ketika merasakan kondisi tersebut, mereka langsung berlarian ke halaman rumah dan menyelamatkan diri, karena khawatir rumah ambruk akibat gempa.

Setelah sadar, ternyata rumah tetangganya tetap kokoh. Sedangkan rumah Herni langsung ambruk dan milik Danta mulai miring.

Untuk menghindari rumahnya ambruk, kini Danta berupaya menyangga dindingnya dengan bambu, karena sebagian sudah nampak miring. Selain itu, genteng di beberapa ujung atap juga berjatuhan setelah kondisi rumah miring.

Hanya saja, Danta dan keluarganya kini terpaksa mengungsi karena khawatir rumahnya tiba-tiba ambruk seperti yang dialami Herni.

Aneh

Sementara itu, sejumlah warga setempat mengaku aneh dengan adanya pergeseran tanah tersebut. Karena saat ini adalah musim kemarau, sedangkan pergerakan tanah umumnya terjadi di saat musim penghujan.

“Saat kemarau, kalau terjadi retakan pun hanya bagian permukaan tanah, sedangkan bagian dalamnya tak pernah terdengar. Ini malah musim kemarau. Atau kemungkinan karena cuaca terlalu panas sehingga tanah rapuh,” kata salah seorang warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah Agus Permana mengatakan, pihaknya sudah mengimbau kedua pemilik rumah untuk mengungsi ke rumah sanak keluarganya. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Geologi untuk melakukan penelitian terkait pergerakan tanah di wilayah tersebut.

Akibat kejadian tersebut nilai kerugian yang diderita diperkirakan mencapai Rp 80 juta. 

“Warga diminta untuk waspada, hawatir pergerakan tanah meluas ke wilayah lainnya,” kata Agus.***

Bagikan: