Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Imbau Bhayangkari Menahan Jempolnya, Kapolres Bekasi: Sayang Tidak sama Suaminya?

Tommi Andryandy
RATUSAN Anggota Polres Metro Bekasi, aparatur sipil negara dan ibu-ibu Bhayangkari mengikuti sosialisasi pencegahan radikalisme yang digelar Kepolisian Resor Metro Bekasi di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Jumat, 18 Oktober 2019.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
RATUSAN Anggota Polres Metro Bekasi, aparatur sipil negara dan ibu-ibu Bhayangkari mengikuti sosialisasi pencegahan radikalisme yang digelar Kepolisian Resor Metro Bekasi di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Jumat, 18 Oktober 2019.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Candra Sukma Kumara, mengimbau para ibu Bhayangkari agar menahan diri dalam penggunaan media sosial.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan radikalisme yang digelar di Gedung Swatantra Wibawamukti, Cikarang Pusat, Jumat, 18 Oktober 2019. 

Candra mengingatkan para ibu Bhayangkari untuk mengendalikan sikap, terutama berkaitan dengan medsos. Mereka diingatkan untuk menahan diri, jangan sampai melakukan tindakan yang merugikan suami.

“Ibu-ibu sayang tidak pada suaminya? Kalau sayang suaminya, jempolnya tolong dijaga, jangan ikut-ikutan pada unggahan yang merugikan kita semua. Sudah ada korban, jangan sampai kami jadi korban berikutnya,” ucap dia.

UJARAN kebencian/UNZ

Imbauan itu disampaikan Candra berkaitan dengan kasus yang menimpa mantan Dandim Kendari yang dicopot akibat cuitan sang istri terkait peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto, beberapa waktu lalu.

“Kalau suami nakal, marahin suaminya. Jangan sampai sumpah serapah di media sosial. Saya harap tidak berulah seperti itu,” ucap dia.

Bekasi darurat aksi teror

Dalam kesempatan tersebut, Candra pun mengingatkan kondisi Bekasi yang kerap menjadi tempat bermukim teroris.

Sejak peristiwa penusukkan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang beberapa waktu lalu, sedikitnya 40 terduga teror telah ditangkap. Ironisnya, tidak sedikit yang berasal dari Kabupaten Bekasi. Ini menandakan jika Bekasi tengah darurat aksi teror.

“Ini sudah urgent, harus segera kami sampaikan, mengingat sudah pada situasi yang darurat radikalisme. Pascaperistiwa di Pandeglang, sudah 40 orang teroris ditangkap. Kemudian dua orang polwan yang sudah terpapar ISIS dan siap melakukan amaliyah. Ini harus segera disampaikan semua. Maka kami lakukan penguatan di internal bersama Bhayangkari dan juga PNS sebelum terjun ke masyarakat,” ucap dia.

Sementara itu, Kasatgas Wilayah DKI Jakarta Densus 88, Kompol Winsu Guntur mengatakan, banyaknya teroris yang bermukim di Bekasi harus menjadi sinyal waspada bagi warga sekitar. Segera melapor bila terdapat warga yang mencurigakan. Kemudian, pendataan oleh RT/RW pun sangat penting untuk memantau penduduk di suatu wilayah.***

Bagikan: