Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23.4 ° C

Populasi Kucing Meningkat, Warga Diminta Waspadai Penularan Rabies

Windiyati Retno Sumardiyani
KUCING.*/DOK PR
KUCING.*/DOK PR

BOGOR, (PR).- Warga Kota Bogor diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit rabies seiring meningkatnya populasi kucing. Kucing memang menjadi salah satu hewan yang bisa menularkan virus rabies, selain anjing dan kera.

“Distani beberapa waktu lalu sempat menerima permintaan seorang lurah untuk mengevakuasi kucing yang populasinya dirasa mulai menganggu. Kondisi ini terjadi seiring perubahan perilaku masyarakat dalam memilih binatang peliharaan. Mereka lebih pilih kucing ras, sehingga kucing kampung lebih banyak berkeliaran,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bogor, Wina.

Menurut Wina, saat ini Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang termasuk dalam daerah endemis rabies. Sekitar 98 persen kasus rabies diakibatkan gigitan anjing, dan dua persen akibat gigitan kucing dan kera. Sementara, di tingkat dunia, setiap tahunnya ada kurang lebih 55 ribu orang meninggal akibat rabies.

“Di Indonesia sendiri, tercatat ada 168 kasus rabies. Dari 34 provinsi, hanya 10 provinsi yang sudah bebas rabies, sedangkan 24 provinsi lainnya, termasuk Jawa Barat, masih termasuk daerah endemis rabies,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Distani Kota Bogor, Patriantariksina Randusari, mengungkapkan, meskipun Jawa Barat masuk dalam kategori endemis rabies, Kota Bogor sudah dinyatakan sebagai daerah bebas rabies. Status itu sudah didapatkan dalam 10 tahun terakhir. 

PETUGAS memberikan vaksin rabies pada kucing peliharaan saat Hari Rabies Sedunia di Pusat Kesehatan Hewan, Jalan Sukimun, Kota Cimahi, Jumat, 28 September 2018. Pemkot Cimahi berkomitmen bebas rabies dengan mengoptimalkan pelayanan vaksinasi dan pemusnahan hewan yang terjangkit rabies.*/DOK PR

Pencegahan dengan pengenalan dini gigitan hewan penular rabies

Kendati demikian, Sari meminta masyarakat tetap mewaspadai penyebaran penyakit tersebut karena Kota Bogor berdekatan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi. Kabupaten Sukabumi merupakan wilayah yang belum bebas dari ancaman rabies.

“Sampai saat ini, belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan rabies. Tetapi, penyakit ini dapat dicegah dengan pengenalan dini gigitan hewan penular penyakit rabies,” ujar Sari.

Untuk mendukung program nasional Indonesia Bebas Rabies 2030, kata Sari, Distani Kota Bogor telah meningkatkan pelayanan pengendalian Penyakit Hewan Menular Zoonosis (PHMZ). Itu dilakukan melalui vaksinasi rabies, sosialisasi kesehatan hewan, surveilans, dan tindak respon PHMZ.

“Sampai September lalu, sudah ada 150 hewan penular rabies yang didaftarkan pemilik secara langsung ke Distani. Sekarang, pemeriksaan dan vaksinasi rabies dapat dilakukan di 36 pelayanan medis hewan dan satu pusat kesehatan hewan milik Distani Kota Bogor,” katanya.***

Bagikan: