Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Partisipasi Warga Cibugel dan Cisarua Masih Rendah

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

SUMEDANG,(PR).-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, kini telah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, supaya dapat segera melakukan kajian terhadap daerah-daerah yang tingkat partisipasi pemilihnya rendah.

Sebab sesuai data yang dimiliki KPU, di wilayah Kabupaten Sumedang ini, tercatat masih ada dua kecamatan yang tingkat pertisipasi pemilihnya rendah, yakni selalu berada di angka 70 persen.

Padahal di 24 kecamatan lainnya, tingkat partisipasi pemilih pada Pileg dan Pilpres 2019 lalu, rata-rata masuk di angka 83,4 persen.

Maka dari itu, khusus untuk Kecamatan Cibugel dan Cisarua yang tingkat partisipasi pemilihnya hanya 70 persen, KPU meminta agar dilakukan kajian.
Seperti disampaikan Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, di ruang kerjanya, Kamis 17 Oktober 2019.

Terbilang bagus

Menurut Ogi, dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilih di wilayah Kab. Sumedang, pihaknya memang telah mengusulkan kepada Pemerintah Daerah supaya bisa mengkaji dan mengevaluasi beberapa wilayah kecamatan yang tingkat partisipasinya masih terbilang rendah.

"Usulan ini, telah kami sampaikan hari Rabu sore kemarin pada saat kami beraudensi dengan Pa Bupati di Gedung Negara," katanya.

Dijelaskan Ogi, secara keseluruhan tingkat partisipasi pemilih di Sumedang pada Pileg dan Pilpres 2019 kemarin itu memang terbilang sangat bagus.

Namun demikian, pihaknya tetap berharap agar angka partisipasi pemilih terendah yang ada di Sumedang juga ke depannya bisa lebih meningkat, tidak hanya puas di angka 70 persen.

"Dari 26 kecamatan yang ada di Sumedang, tingkat partisipasi pemilihnya yang paling rendah itu memang di Kecamatan Cibugel dan Cisarua," katanya.

KPU sendiri, lanjut Ogi, memang kurang begitu tahu apa yang menjadi penyebab sebenarnya hingga tingkat partisipasi di kedua kecamatan itu bisa rendah. Hanya berdasarkan asumsi sementara, rendahnya tingkat partisipasi ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya warga yang bekerja di luar kota.

Butuh rekomendasi

Untuk itu, guna mengetahui secara pasti persoalannya, memang perlu dilakukan kajian oleh tenaga ahli. Dan usulan kajian yang disampaikan kepada Bupati Sumedang kemarin, kata Ogi, memang merupakan salah satu solusi untuk mencari tahu penyebab rendahnya partisipasi pemilih di kedua kecamatan tersebut.

"Kalau sudah dilakukan kajian, kita kan bisa lebih mudah dalam melakukan pendekatannya. Paling tidak ke depannya kita bisa lebih tepat sasaran dalam melakukan sosialisasi terhadap para pemilih," ujarnya.

Adapun untuk pelaksanaan kajian terhadap dua kecamatan tersebut, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab Sumedang. Sebab KPU sendiri hanya membutuhkan rekomendasi dari hasil kajian tersebut, sebagai bahan untuk melakukan sosialisasi ke depannya.

"Untuk tim pengkajinya, kami serahkan sepenuhnya kepada Pemkab. Mau dari akademisi, mau dari internal Pemkab, ya silahkan. Yang penting setelah ada hasil kajian, harus ada rekomendasi sebagai bahan KPU untuk menindaklanjuti hasil kajian tersebut," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***

Bagikan: