Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Lahan Susut, Dinas Pertanian Kembangkan Tanaman Biji-bijian

Ahmad Rayadie
KEPALA Dinas Pertanian Kota Sukabumi, Kardina Karseedi, Jumat 18 Oktober 2019 tengah memberikan paparan terkait menyusutnya lahan pertanian.*/AHMAD RAYADIE/PR
KEPALA Dinas Pertanian Kota Sukabumi, Kardina Karseedi, Jumat 18 Oktober 2019 tengah memberikan paparan terkait menyusutnya lahan pertanian.*/AHMAD RAYADIE/PR

SUKABUMI, (PR).- Dinas Pertanian (Distan) Kota Sukabumi, Jumat 18 Oktober 2019 tengah mengembangkan  produk sejenis biji-bijian. Langkah pengembangan tanaman yang masuk kedalam keluarga rumput (sorgum) untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi warganya. 

Apalagi kondisi pangan lokal semakin terbatas seiring lahan pertanian terus menyusut. Dampak alih fungsi lahan pertanian tidak hanya menyulitkan petani untuk terus beraktivitas. Tapi menjadi penyebab berkurangnya petani. 

"Kita saat ini, hanya mendukung kontribusi ketahanan pangan itu sendiri dengan membuat berbagai produk kreatif. Bahan pokok yang dipergunakan dari biji-bijian," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi.

Kardina Karsoedi mengatakan, pemanfaatkan bahan pokok alternatif tersebut untuk mengantisipasi kurangnya inovasi teknologi. Terutama untuk mendukung pengolahan pangan lokal di Sukabumi yang relatif masih sangat rendah. 

"Karena tuntutan peran pemerintah  harus jelas. Maka kami melakukan berbagai terobosan untuk memperjuangkan dan pengembangan pangan lokal," katanya. 

Kardina Karsoedi mengungkapkan terdapat belasan macam produk olahan sargum. Selain dikembangkan makanan panganan jajanan, juga terdapat bahan  makanan pokok. 

"Ada 14 macam produk olahan sargum yang sudah dikembangkan, di antaranya risol, puding, cilok, candil, bolu kukus, bolu brownies, sirup, gongsir, pangsit, cheese stick, dodol, wajit, tape dan jus," katanya.

Inovasi yang dilakukan, kata Kardina Karsoedi,  diharapkan kedepannya pemerintah daerah bisa mendukung dalam pengembangan produk lokal di Kota Sukabumi.

"Faktor yang penting adanya peran pemerintah dalam mendukung dan memajukan produk pangan lokal," katanya.***

Bagikan: