Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sebagian cerah, 27.4 ° C

KPK Amankan Satu Koper dari Ruang Kerja Bupati Indramayu Supendi

Siska Nirmala
PETUGAS Komisi Pemberantasan Korupasi (KPK) membawa dokumen usai melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Indramayu, di Indramayu, Jawa Barat, Jumat, 18 Oktober 2019. Penggeledahan tersebut untuk mencari barang bukti kasus korupsi yang menjerat Bupati Indramayu Supendi.*/ANTARA
PETUGAS Komisi Pemberantasan Korupasi (KPK) membawa dokumen usai melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Indramayu, di Indramayu, Jawa Barat, Jumat, 18 Oktober 2019. Penggeledahan tersebut untuk mencari barang bukti kasus korupsi yang menjerat Bupati Indramayu Supendi.*/ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sebuah koper berukuran besar dari ruang kerja Bupati Indramayu, Supendi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Tim Penyidik KPK masuk ruang kerja Bupati Indramayu Supendi yang berada di Pendopo pada Jumat, 18 Oktober 2019, sekitar jam 10.30 WIB.

Saat keluar pada sekitar jam 17.45 WIB, Tim Penyidik KPK membawa sebuah koper berukuran besar serta beberapa tas punggung, namun tidak diketahui secara pasti apa isinya.

Koper berukuran besar yang dibawah keluar dari ruang kerja Bupati Indramayu tersebut langsung dimasukkan ke dalam mobil minibus.

Mereka tidak mengatakan apa pun setelah melakukan penggeledahan di ruang kerja Bupati Indramayu dan langsung pergi meninggalkan Pendopo pada sekitar pukul 17.45 WIB.

BUPATI Indramayu Supendi menaiki kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019. KPK menetapkan Supendi serta tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono dan kontraktor Carsa sebagai tersangka dalam dugaan suap proyek Dinas PUPR Indramayu dengan mengamankan barang bukti Rp685 juta dan satu unit sepeda lipat.*/ANTARA

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, dari informasi yang dihimpun Tim Penyidik KPK pada hari Jumat, 18 Oktober 2019 melakukan penggeledahan di beberapa tempat, seperti di Kantor Dinas PUPR, rumah pribadi Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono (WT).

Tim Penyidik KPK sendiri sudah dua hari mulai Kamis sampai Jumat, 17-18 Oktober 2019, dengan melakukan penggeledahan di rumah pribadi dan kantor yang masih berkaitan kasus suap.

Bupati Indramayu Supendi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan korupsi suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019.

Selain Bupati Indramayu Supendi, KPK juga menetapkan empat orang lainnya sebagai tersangka, yaitu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMR), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triono (WT) dan pihak swasta bernama Carsa AS (CAS).***

Bagikan: