Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Umumnya cerah, 25.9 ° C

Kecanduan Gawai, Gangguan Jiwa Menyasar Anak

Windiyati Retno Sumardiyani
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BOGOR, (PR).- Gangguan kejiwaan akibat penggunaan gawai yang berlebihan mulai menyasar anak-anak hingga remaja. Belum lama ini, Rumah Sakit Marzuki Mahdi, Kota Bogor menerima belasan pasien remaja dan anak-anak yang termasuk dalam golongan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) akibat gawai.

Psikiater Anak dan Remaja Rumah Sakit Marzuki Mahdi Bogor Ira Savitri Tanjung  menuturkan,  belum lama ini menerima pasien berusia 10 tahun yang terpapar gawai secara berlebihan. Orang tua pasien mengaku tak sanggup menangani perilaku pasien karena perilaku sang anak menjadi brutal saat orang tua memintanya untuk menghentikan aktivitas bermain gawai.

“Awalnya si anak ini merengek dibelikan handphone, tetapi kemudian si anak berubah menjadi anti sosial. Saat orang tua melarang orang tua sampai dipukul, dijorokin, orang tua enggak sanggup lagi, sampai perilakunya enggak terkontrol,” ujar Ira Savitri Tanjung, Jumat, 18 Oktober 2019.

Ira menyebut, jumlah pasien dengan masalah kejiwaan terutama karena kecanduan gawai cukup meningkat pada 2019. Sejak awal tahun hingga Oktober 2019, setidaknya ada tiga orang pasien remaja yang dirawat inap. Sementara yang menjalani rawat jalan sekitar 10 orang. Kebanyakan dari mereka berjenis kelamin laki-laki.

Menggenai pengobatan sendiri, Ira menyebut perlu ada terapi untuk membuat anak tidak lagi ketergantungan dengan gawai. Ada yang menjalani rawat inap selama 23 hari, ada pula yang menjalani rawat jalan, disesuaikan dengan tingkat gangguan emosional anak.

Menurut Ira, ODMK pada anak dan remaja ibarat fenomena gunung es. Selain peran orang tua, tuntuan dari sekolah untuk sering terpapar internet dengan pemberian tugas juga membuat anak semakin lekat dengan gawai.

“Ini seperti fenomena gunung es, berawal dari izin orang tua kepada anak menggunakan gadget.  Sebenarnya boleh saja ya mereka menggunakan gadget, asal sewajarnya saja, maksimal dua jam pegang gawai. Kalau sekarang, mungkin anak SD bisa berjam-jam pegangnya,” kata Ira.

Sementara itu, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial di Rumah Sakit Marzuki Mahdi Lahargo Kembaren mengatakan, kasus ODMK di Kota Bogor sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun demikian, trennya mengalami peningkatan seiring berkembangnya zaman.

Menurut Mahdi, gangguan tersebut muncul akibat  anak cenderung kecanduan  sesuatu yang ada dalam gawai seperti gim daring, dan media sosial.  Jika tidak segera ditangani, Mahdi memastikan gangguan kejiwaan akibat kecanduan gawai adalah permasalahan yang serius. Fungsi otak terutama neo transmitter akan terganggu, sehingga  sikap dan perilaku  anak juga akan terganggu.

“Jadi bisa dikatakan gangguan itu kalau anak itu pikirannya ingin main internet terus, kemudian sikapnya jadi berubah, banyak menyendiri, perasaanya gampang marah, bisa menyakiti diri sendiri, bahkan orang lain,” ujar Mahdi Lahargo.

Penanganan dini

Kepala Seksi Informasi Kesehatan dan Humas Dinkes Kota Bogor Nia Nurkania mengatakan,  penanganan dini untuk kasus ODMK bisa dilakukan oleh masyarakat. Untuk memenuhi harapan tentang pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat, Dinkes Kota  Bogor bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia  membuka layanan kesehatan jiwa di beberapa puskesmas.

Beberapa puskesmas tersebut yakni Puskesmas Sindangbarang, Puskesmas Bogor Timur, Puskesmas Bogor Utara, Puskesmas Mekar Wangi, Puskesmas  Merdeka, dan Puskesmas Mulyaharja.

“Kita juga latih kader-kader di wilayah, bagaimana menemukan orang yang mengalami gangguan jiwa itu.  Kan selama ini banyak keluarga yang menyembunyikannya. Kita mulai konsentrasi kepada gangguan  jiwa akibat gawai juga karena sudah menjadi permasalahan global,” kata Nia.

Lebih lanjut, Nia pun berharap masyarakat untuk tidak sungkan untuk datang ke puskesmas untuk melakukan konsultasi jika memang anaknya terindikasi mengalami perubahan sikap akibat gawai.  Jika memang tidak bisa ditangani, puskesmas bisa memberikan rujukan ke RS Marzuki Mahdi untuk ditangani lebih lanjut.***

Bagikan: