Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Gedung DPRD Purwakarta dan Pintu Tol Dijaga Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Hilmi Abdul Halim
SELURUH unsur forum komunikasi pimpinan daerah dan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Purwakarta melakukan doa bersama di Bale Yudhistira, Jumat, 18 Oktober 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
SELURUH unsur forum komunikasi pimpinan daerah dan berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Purwakarta melakukan doa bersama di Bale Yudhistira, Jumat, 18 Oktober 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Pengamanan di Kabupaten Purwakarta jelang pelantikan Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024, telah ditingkatkan. Ada 510 personel gabungan yang diterjunkan ke sejumlah lokasi seperti Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pintu tol.

Kepala Polisi Resor Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius, mengatakan, gedung DPRD kerap menjadi lokasi unjuk rasa. "Kita amankan agar aman untuk anggota DPRD-nya sendiri, sarana prasarana, dan juga yang demonya," katanya, Jumat, 18 Oktober 2019.

Akses keluar-masuk jalan tol di wilayah Purwakarta juga menjadi konsentrasi pengamanan dari personel gabungan yang terdiri dari kepolisian, tentara, dan unsur lainnya. Selain melakukan pemantauan, Matrius mengatakan bahwa petugas akan melakukan penyekatan kendaraan bila diperlukan.

"Penyekatan itu kita lakukan untuk meminimalisir massa, baik yang masuk maupun keluar Purwakarta. Dan (sasaran pengamanan) yang terakhir di tempat-tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan dan objek vital yang ada," tuturnya.

Meskipun demikian, menurut pantauan intelejen polisi, kata Matrius, belum dilaporkan adanya pergerakan massa di wilayahnya. Pemberitahuan rencana unjuk rasa dari kelompok masyarakat pun belum ada yang masuk ke kepolisian.

Menurunnya konsentrasi massa karena saat ini perhatian masyarakat lebih tertuju ke ibu kota negara. Namun, Matrius mengatakan, ia tidak ingin kecolongan terjadi gangguan keamanan khususnya akibat aksi terorisme.

Menurut dia, antisipasi terorisme sejauh ini telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Salah satunya dengan menangkap para anggota jaringan teroris yang diduga berencana melakukan pengeboman pada momentum pelantikan presiden-wapres.

PRESIDEN terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu, 1 4 Juli 2019. Joko Widodo menyampaikan visi untuk membangun Indonesia di periode kedua pemerintahannya, di antaranya pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi, serta efektivitas dan efisiensi penggunaan APBN.*/ANTARA FOTO

Doa bersama untuk pelantikan dan kepemimpinan lima tahun ke depan

Pada kesempatan itu, seluruh unsur forum komunikasi pimpinan daerah bersama berbagai elemen masyarakat di Purwakarta juga melakukan doa bersama. Kegiatan tersebut dilakukan demi kelancaran dan keamanan selama kepemimpinan presiden periode kali ini.

"Doa bersama ini juga dilakukan serentak setelah melakukan salat Jumat di seluruh desa," kata Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Ia mengimbau masyarakat untuk menyaksikan pelantikan di rumah masing-masing melalui media massa, ketimbang pergi ke Jakarta.

Sementara itu, persatuan mahasiswa se-Purwakarta sepakat untuk ikut menjaga ketertiban dan keamanan menjelang dan setelah pelantikan presiden pada Minggu, 20 Oktober 2019. Hal itu ditegaskan oleh perwakilan mahasiswa, Murdiono, pada kegiatan doa bersama tersebut.

"Kami menghormati hasil pemilu sebagai bagian dari proses demokrasi. Mahasiswa siap mengawal," kata Murdiono dalam pidato sambutannya. Selain bertugas sebagai pengawal dan pengontrol demokrasi, mahasiswa juga diminta menyuarakan persatuan.***

Bagikan:

TERPOPULER