Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 20.4 ° C

Tumpukan Sampah Bambu di Bendung Koja Bahayakan Warga

Riesty Yusnilaningsih
SAMPAH bambu yang masih menumpuk di Bendung Koja perlu diangkut menggunakan alat berat.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
SAMPAH bambu yang masih menumpuk di Bendung Koja perlu diangkut menggunakan alat berat.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi kembali menyinggung usulan pembuatan dam di sekitar Bendung Koja. Dam difungsikan sebagai penampung sampah sehingga tidak membahayakan warga bantaran sungai saat musim hujan tiba.

Usulan tersebut kembali disinggung Rahmat usai keterlibatannya pada aksi bersih-bersih Bendung Koja, Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa 15 Oktober 2019. Aksi bersih-bersih yang melibatkan ratusan personel dari lintas wilayah Kota Bekasi juga Kabupaten Bogor tersebut, berupaya mengangkut sampah bambu yang menumpuk hingga 1.280 meter kubik.

"Sudah sejak 2017 saya sampaikan usulan ini. Selain dihadirkan dam di  sekitar Bendung Koja, pada perbatasan antara Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor tersebut juga akan lebih efektif lagi jika dipasangi 'screen' yang dapat menyaring sampah. Jadi begitu sampah penuh, tinggal diangkut 'screen'-nya," kata Rahmat, Kamis 17 Oktober 2019.

Hanya saja usulan tersebut tidak dapat direalisasikannya secara sepihak, mengingat penanganan di sekitar Sungai Cikeas merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.

"Tak mungkin kami yang kerjakan karena itu sudah lintas kewenangan, tapi usulan ini disampaikan agar ada tindak lanjut. Bukannya apa-apa, jika sampah dibiarkan terus menumpuk berulang-ulang, warga Kota Bekasi juga yang terancam merasakan dampaknya, utamanya yang tinggal di bantaran Sungai Cikeas," katanya.

Rahmat menambahkan, sampah bambu yang masih menumpuk di Bendung Koja perlu diangkut menggunakan alat berat karena jumlahnya yang relatif banyak. Pengangkatan secara manual memungkinkan dilakukan, tetapi memakan waktu lama, bahkan bisa sampai berbulan-bulan. Oleh karenanya, Rahmat tengah mengusahakan pengadaan 'long arm' untuk mempercepat pengangkutan.

"Sampah bambu di Sungai Cikeas akan didorong ke aliran Sungai Bekasi di sekitar Perumahan Kemang Pratama untuk selanjutnya diangkut menggunakan alat berat," katanya.***

Bagikan: