Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Pipa Rusak, Ribuan Pelanggan PDAM Tirta Galuh Ciamis Tak Dapat Suplai Air

Nurhandoko
PERBAIKAN pipa induk transmisi air baku di wilayah Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Pipa jaringan yang berada di sisi aliran Sungai Citanduy, rusak akibat amblesnya sebagian penyangga pipa.*/ISTIMEWA
PERBAIKAN pipa induk transmisi air baku di wilayah Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Pipa jaringan yang berada di sisi aliran Sungai Citanduy, rusak akibat amblesnya sebagian penyangga pipa.*/ISTIMEWA

CIAMIS,(PR).- Ribuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Ciamis tidak mendapat suplai air dari perusahaan penyedia air bersih tersebut. Dihentikannya distribusi air berkenaan dengan rusaknya pipa induk transmisi air baku dari Sungai Citanduy di wilayah Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih.

“Pipa jaringan induk sepanjang 120 meter di Gunungcupu rusak akibat tanahnya ambles di beberapa titik. Akibatnya penyangga bergeser hingga bocor. Saat ini kami tengah melakukan perbaikan jaringan,” tutur Direktur PDAM tirta Galuh Ciamis Cece Hidayat, Rabu, 16 Oktober 2019. 

Dia mengatakan, pipa induk dengan diameter 20 inch mengalirkan air baku dari intake atau pintu masuknya air menuju instalasi pengolah air (IPA) di wilayah Sindangrasa, yang jaraknya sekitar 12 kilometer. Kapasitas terpasang jaringan tersbeut mencapai 220 liter per detik.

Untuk perbaikan menyeluruh, lanjutnya, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Hal itu disebabkan karena posisi pipa jaringan tersbeut berada di sisi Sungai Citanduy. Mengatasi hal tersbeut, PDAM juga memasang pipa darurat, serta pemindahan ,membutuhkan waktu selama dua hari.

“Proses perbaikan sudah berlangsung sejak awal Juli 2019, sedangkan pemindahan berlangsung sejak hari tanggal 15-17 Oktober 2019 . Dengan demikian pendistribusian air kepada pelanggan wilayah layanan Cabang Ciamis terhenti sampai dengan pekerjaan selesai,” katanya.

Jangan membuka kran air

Setelah proses pemindahan selesai, Cece menjelaskan distribusi akan kembali normal minimal sehari. Sedangkan untuk daerah yang tinggi, maksimal lima hari. Berkenaan dengan perbaikan tersebut, lanjutnya sudah memberitahu pelanggan, termasuk memberi saran agar menampung air secukupnya.

“Kami mengingatkan pelanggan agar pada saat aliran terhenti, tidak membuka kran air. Hal itu untuk menghindari mengalirnya udara, yang menyebabkan water meter berputar. Meteran berputar akan tetapi tidak ada air,” tuturnya.

Beberapa wilayah yang tidak mendapatkan distribusi air PDAM Tirta Galuh, sebagian besar di wilayah perkotaan, seperti sepanjang jalan protokol  Jalan Jenderal Soerdirman, Jalan Jend. A Yani, termasuk Jalan  Stasiun, Jalan Rumah Sakit, hingga Jalan utama Cijeungjing yang mengarah Kota Banjar.

“Ada sekitar 9.000 pelanggan yang terdampak perbaikan jaringan pipa transmisi air baku ini. Kepada pelanggan kami juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan, terlebih saat ini musim kemarau, ” tutur Cece.

Lebih lanjut dia mengatakan,  sumber air baku PDAM Tirta Galuh Ciamis wilayah cabang Ciamis sepenuhnya berasal dari Sungai Citanduy. Sebelumnya PDAM juga memiliki sumber air baku dari Sungai Cileuer. Akan tetapi pengambilan air dari sungau tersebut dihentikan setelah dioperasikannya intake dan IPA Gunungcupu beroperasi.

“Dulu memang mengandalkan air baku dari Sungai Cileuer, saat kemarau kami harus berbagai dengan masyarakat atau petani yang juga membutuhkan air. Akan tetapi setelah IPA Gunungcupu berperasi penuh, air baku dari Sungai Citanduy,” kata Cece.***

 

Bagikan: