Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23.4 ° C

Lagi, Teroris Ditangkap di Bekasi

Tommi Andryandy
ILUSTRASI terduga teroris.*/DOK. PR
ILUSTRASI terduga teroris.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali menangkap seorang terduga teroris, Adnan alias Aulia alias Gondrong (20) di Kabupaten Bekasi, Rabu, 16 Oktober 2019 malam. Ini menjadi terduga teroris ke-11 yang ditangkap di Bekasi sepanjang tahun ini.

Adnan ditangkap di sebuah kontrakan di Kelurahan Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, sekira pukul 21.20 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun Pikiran Rakyat, terduga teroris ini berkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi dan Lampung.

Dia berbaiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi yang menjadi pimpinan tertinggi ISIS bersama Abu Zee, pemimpin JAD Bekasi yang ditangkap September lalu. Dalam keterangan kepolisian, Adnan pernah melakukan uji coba meledakkan mesiu dengan pemicu bom yang berasal dari telepon genggam.

Adnan diketahui pertama kali mengikuti pelatihan pada bulan Juni 2019 di air terjun Batu Putu Lampung. Selanjutnya, dia membeli berbagai bahan peledak untuk membuat bom. Dia berniat melakukan aksi bom bunuh diri dengan target tempat hiburan, atau sejumlah acara besar di Lampung.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Ajun Komisaris Besar Lutfhie Sulistiawan mengatakan, penangkapan kali ini merupakan hasil pengembangan teroris yang diringkus di Lampung, Senin, 15 Oktober 2019 lalu.

“Malam ini ada kegiatan dari Tim Densus 88 terkait penangkapan terduga teroris. Kami harus mem-back-up. Sedangkan terkait informasinya, ini merupakan pengembangan dari penangkapan jaringan yang di Lampung. Salah seorang terduga di antaranya rupanya tinggal di sini,” ucap dia.

Penangkapan di kontrakan padat penduduk

Seperti sebelumnya, penangkapan kali ini terjadi di lingkungan kontrakan padat penduduk. Wilayah seperti Babelan dan Tambun, menjadi lokasi favorit para terduga tinggal sekaligus agar tidak mencolok perhatian. Lokasi ini pun dipilih karena berdekatan dengan Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

Kendati begitu, kali ini turut diterjunkan Tim Gegana Penjinak Bom karena Adnan merupakan peracik bom. Diketahui terdapat sejumlah bahan-bahan peledak.

“Ada potensi bahan peledak di dalam, sehingga memerlukan tim khusus. Tadi tersangka sudah diamankan, dibawa ke Markas Densus 88 untuk diinterogasi. Sesuai prosedur, mereka akan diinterogasi untuk pendalaman lebih lanjut,” ucap dia.

Pengakuan tetangga

Sementara itu, sejumlah warga mengaku tidak mengenal lebih jauh terduga teroris Adnan. Syari (40) mengaku hanya mengenal Adnan sebagai penjual ikan.

“Tahunya itu dia sering nyari cacing buat ikannya. Tapi saya justru tidak tahu namanya, warga juga enggak kenal pasti,” ucap dia.

Hal senada diungkapkan Kusin (41). Dia mengaku tidak terlalu mengenal terduga, karena terbilang warga baru.

“Kalau kapannya dia awal pindah ke sini saya enggak tahu pasti, cuma lumayan baru. Enggak ada kecurigaan warga, tapi kaget juga jadi banyak polisi,” ucapnya.***

Bagikan: