Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 19.9 ° C

KPK Geledah Rumah Bupati Indramayu Supendi

Gelar Gandarasa
BUPATI Indramayu Supendi menaiki kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019. KPK menetapkan Supendi serta tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono dan kontraktor Carsa sebagai tersangka dalam dugaan suap proyek Dinas PUPR Indramayu dengan mengamankan barang bukti Rp685 juta dan satu unit sepeda lipat.*/ANTARA
BUPATI Indramayu Supendi menaiki kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019. KPK menetapkan Supendi serta tiga orang lainnya, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Wempy Triyono dan kontraktor Carsa sebagai tersangka dalam dugaan suap proyek Dinas PUPR Indramayu dengan mengamankan barang bukti Rp685 juta dan satu unit sepeda lipat.*/ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman pribadi Bupati Indramayu Supendi di Jalan Cimanuk Barat, Kecamatan Sindang, Indramayu, Kamis, 17 Oktober 2019. Penggeledahan dilakukan sekitar sepuluh orang dengan menggunakan tiga unit kendaraan roda empat. 

Penggeledahan tersebut didampingi oleh personel dari Polres Indramayu. Sebagian personel dilengkapi senjata laras panjang lengkap dengan pelindung kepala dan rompi hitam. Setibanya di rumah Supendi, tiga mobil Innova langsung masuk ke halaman rumah. Sejumlah tim berompi KPK turun dari mobil untuk masuk ke dalam rumah. Penggeledahan itu pun menari sejumlah masyarakat yang tengah melintas di lokasi penggeledahan. 

Di dalam nampak beberapa penjaga rumah. Selama beberapa jam, tim KPK memeriksa barang bukti yang ada di kediaman Supendi itu.

Rumah pribadi bupati Indramayu tersebut tepat berada di depan aliran Sungai Cimanuk dan terbilang luas jika dibandingkan dengan rumah di sekitarnya. Tembok dengan tinggi kurang dari 3 meter berdiri kokoh mengelilingi rumah. Pintu rumah pun sama tingginya dengan tembok. 

Cukup sulit untuk menemukan celah di sekeliling tembok ataupun pagar. Namun bisa dipastikan tim KPK membawa sebuah koper besar berwarna hitam. Informasi yang dihimpun di lapangan, penggeledahan juga dilakukan di kediaman tersangka lain yakni Carsa. Supendi, Carsa, Omarsyah, dan Wempy telah ditetapkan tersangka oleh KPK atas dugaan kasus korupsi tujuh jalan di Kabupaten Indramayu. 

Sementara itu, penetapan tersangka Supendi teleh disikapi oleh Partai Golkar Indramayu. Sekretaris DPD Partai Golkar Indramayu Syaefuddin memastikan, Bupati Indramayu Supendi otomatis dicopot dari struktur partai. Supendi yang sebelumnya menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Indramayu harus dicopot karena sudah merupakan aturan dari partai. "Pencopotannya otomatis setelah ada penetapan status tersangka," ujar Syaefuddin. 

TIM dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman pribadi Supendi di Jalan Cimanuk Barat, Kecamatan Sindang, Indramayu, Kamis, 17 Oktober 2019. Dari dalam rumah tim membawa sebuah kotak besar berwarna hitam.*/GELAR GANDARASA/PR

Terkait siapa penggantinya nanti, kemungkinan akan dijabat oleh pelaksana tugas. Syaefuddin mengatakan, DPD Partai Golkar Indramayu akan menunggu keputusan dari para pengurus partai di tingkat provinsi.

"Nanti dari Jabar akan meninjau ke sini," tegas dia. Sejauh ini, dirinya belum mengetahui siapa sosok pengganti Supendi di Partai Golkar. Namun saat ini Wakil Bupati Indramayu Taufik Hidayat menjabat sebagai ketua harian DPD Partai Golkar Indramayu. 

Terpisah, Wakil Bupati Indramayu Taufik Hidayat juga mengakui, belum ada keputusan siapa sosok pengganti Supendi di Partai Golkar Indramayu. Dia menambahkan, DPD Partai Golkar Indramayu masih menunggu keputusan dari pengurus partai Golkar yang ada di Provinsi Jawa Barat. "Belum ada. Belum," jelas Taufik. 

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Indramayu digegerkan oleh penangkapan Bupati Indramayu Supendi oleh KPK. Saat ini, KPK telah menetapkan Omarsyah, Supendi, Wempy, dan Carsa sebagai tersangka. Adapun KPK telah merilis tujuh jalan yang terindikasi dugaan korupsi.***

Bagikan: