Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 21.2 ° C

Tengkorak yang Ditemukan di Indramayu Diduga dari Abad ke-16

Gelar Gandarasa
BALAI Arkeologi Jabar memeriksa penemuan kerangka manusia di Indramayu, Rabu 16 Oktober 2019. Penemuan tersebut akan diteliti di Bandung.*/GELAR GANDARASA/PR
BALAI Arkeologi Jabar memeriksa penemuan kerangka manusia di Indramayu, Rabu 16 Oktober 2019. Penemuan tersebut akan diteliti di Bandung.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Tim dari Balai Arkeologi Jawa Barat akhirnya terjun ke Kabupaten Indramayu pada Rabu 16 Oktober 2019. Para peneliti tersebut hendak memastikan identitas penemuan kerangka di Lemahabang, Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu. Diperkirakan tengkorak manusia yang ditemukan tersebut hidup pada abad ke-16.

Peneliti Utama Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri mengatakan bahwa tim telah melakukan ekskavasi terhadap penemuan tengkorak di sebuah tempat pencucian mobil tersebut. Tim melakukan pembersihan terhadap kerangka-kerangka yang ditemukan itu. Berdasarkan pengamatan langsung diketahui kerangka yang ditemukan berjenis kelamin perempuan. Dia menjelaskan, hal itu bisa dilihat dari struktur rahang. Saat ditemukan kerangka memang terendam oleh air.

“Rahang bawahnya berbentuk huruf ‘V’ dan itu menandakan perempuan. Umumnya merupakan ras Mongoloid,” ujar dia saat meneliti.

Dia menambahkan, dilihat dari struktur giginya, tengkorak tersebut sudah dewasa berusia antara 25-35 tahun. Diperkirakan juga kerangka itu dahulunya hidup pada abad ke-16. Pada masa itu umumnya merupakan masa Islam. “Ditemukan pada kedalaman 2,8 meter,” ungkapnya.

Kendati demikian, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan identitas aslinya. Oleh karena itu, tim peneliti akan segera membawanya ke Kota Bandung. Dia menambahkan, dahulunya kerangka tersebut meninggal secara normal. Pasalnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tengkoraknya. Diduga lokasi penemuan juga bukan makam. Sebab hanya ditemukan satu kerangka manusia saja.   

BALAI Arkeologi Jabar memeriksa penemuan kerangka manusia di Indramayu, Rabu 16 Oktober 2019. Penemuan tersebut akan diteliti di Bandung.*/GELAR GANDARASA/PR

Dalam kesempatan sama, Kepala Balai Arkeologi Jawa Barat Deni Sutrisna mengatakan, kedatangan tim ke Kabupaten Indramayu dalam rangka menindaklanjuti laporan penemuan kerangka. “Mengidentifikasi laporan warga terkait adanya temuan tengkorak manusia di Indramayu yang ada di dalam tempat pencucian mobil,” ungkapnya.

Untuk mengungkap kebenaran, Deni mengatakan tak menutup kemungkinan akan mendatangkan bantuan dari pakar-pakar lainnya. Sementara waktu ini, tim baru menemukan satu tengkorak. Selain itu, sepotong kayu dan sebilah besi juga ditemukan tak jauh dari penemuan kerangka manusia tersebut.  Barang-barang tersebut juga ikut diamankan oleh tim untuk diteliti lebih jauh berasal dari abad ke berapa.

Sebelumnya warga di wilayah Lemahabang digegerkan oleh penemuan sebuah tengkorak manusia. Cangkul yang tengah dipakai para pekerja menggali lubang menyentuh benda keras pada kedalaman hampir 3 meter. Para pekerja tersebut diketahui tengah membangun sebuah tempat pencucian kendaraan. 

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu pun turun tangan mengamankan penemuan tersebut. Untuk sementara waktu, pemilik lahan diminta menghentikan aktivitas hingga tim dari Balai Arkeologi Jawa Barat tiba. Bahkan penemuan itu menarik minat pemerintah daerah. Bupati Indramayu Supendi sempat mendatangi langsung penemuan kerangka tersebut. “Harus ditelusuri lebih jauh,” ucapnya kala itu.***

Bagikan: