Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Rencana Exit Tol Berubah-ubah, Banjar Tidak Mau Kecolongan

Tim Pikiran Rakyat
PEMBAHASAN perkembangan exit tol Banjar yang terus berubah di Kantor BAppeda Kota Banjar, Selasa 15 Oktober 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN
PEMBAHASAN perkembangan exit tol Banjar yang terus berubah di Kantor BAppeda Kota Banjar, Selasa 15 Oktober 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).- Rencana exit (keluar masuk) tol Banjar terus berubah-ubah. Awalnya, jika jalan tol dari utara maka diprogramkan exit Tol di Katapang Kec Purwaharja, Kota Banjar. 

Namun, exit tol Banjar itu berubah lagi  di wilayah Cimaragas, Kab Ciamis. Setelah berkembang wacana tol menggunakan jalan selatan. Tepatnya, seiring ada rencana pintu tol di wilayah Kertahayu, Kec Pamarican, Kab Ciamis. 

Terakhir ini, exit tol Banjar diwacanakan pindah lagi. Lokasi terbarunya itu di wilayah Cisaga, Kab Ciamis. Demikian perkembangan jalan tol Gedebage - Tasikmalaya- Cilacap. 

Pembangunan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya diprogramkan beroperasi 2024. Untuk Tasikmalaya - Cilacap  itu direncanakan tahap II, setelah tahun 2024 itu. 

Perubahan dan perkembangan rencana exit tol Banjar itu ditegaskan Wakil Wali Kota Banjar, H.Nana Suryana dan Kepala Bappeda Kota Banjar, H Agus Nugraha, saat jumpa pers di Kantor Bappeda Kota Banjar, Selasa 15 Oktober 2019.

Kentingan nasional

Menurut H Agus Nugraha, program pemerintah pusat terkait jalan tol harus didukungnya.  "Jal tol itu merupakan program kepentingan nasional. Terpenting bagi Kota Banjar itu mampu menjadikan peluang, Banjar semakin maju dari dampak proyek pembangunan jalan tol itu," ujar H.Agus Nugraha. 

Pada kesempatan itu, Nana Suryana menegaskan dan memastikan menolak exit tol Kertahayu disebut exit tol Banjar. Karena, exit tol di wilayah tersebut dampak positifnya untuk Kota Banjar sangat kecil. 

Lebih lanjut dia menduga exit tol yang terus mengalami perubahan itu akibat ada kekuatan besar, tarik ulur di balik proyek pembangunan tol itu. 

"Kota Banjar harus siap dan mempersiapkan diri atas keputusan exit tol Banjar mendatang. Selama masih tahap perencanaan, sebelum diputusakan tahun 2024, dimungkinkan exit tol Banjar itu masih terus berubah-ubah," ujarnya.

Ditegaskan dia, exit tol di Kalipucang itu dipastikan yang diuntungkan hanya Pangandaran saja. Sama halnya rencana exit tol di wilayah Kertahayu Kec. Pamarican Kab. Ciamis.

Rumah makan tutup

"Dipastikan kami, Kota Banjar tidak ingin jadi penonton hilir mudik kendaraan yang melintasi jalan tol di wilayah Kota Banjar. Jangan bernasib buruk seperti daerah lain. Dampak tol banyak rumah makan yang tutup," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan Dede Iwan.

Antisipasinya, diharapkan dia, seluruh stakeholder Kota Banjar diharuskan visioner, berpikir untuk lima langkah ke depan, bukan hanya berpikir untuk berjalan satu langkah atau "titincakan" saja sekarang ini.

Menuju kemajuan Banjar ke depan itu, diprogramkan untuk terus dikembangkan potensi pergudangan di jalan Siliwangi, kemudian tata ruang industri dan jalur distribusi pertanian. Termasuk menyediakan rest area yang nyaman dan representatif.

"Jangan gagap atau kecolongan dari perkembangan rencana pembangunan tol mendatang. Ini penting supaya tak sampai menangis setelah tahun 2024 mendatang itu," ujar H Nana. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang, Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kota Banjar, H.Agus Syarifudin, menyatatakan, persiapan jalan kota Banjar jelang proyek pembangunan jalan tol itu, terakhir ini banyak jalan diperlebar. " Idealnya lebar jalan itu 6 enam meter. Saat ini secara bertahap sudah ada yang diperlebar mencapai 4,5 meter," ujar H Agus.***
 

Bagikan: