Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Dari Cirebon dan Indramayu, Densus 88 Tangkap Lima Anggota JAD

Agung Nugroho
TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 menciduk seorang terduga teroris di wilayah Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Sabtu, 28 September 2019. Terduga teroris berinisial D itu dinyatakan merencanakan untuk menyerang kantor polisi.*/GELAR GANDARASA/PR
TIM Detasemen Khusus (Densus) 88 menciduk seorang terduga teroris di wilayah Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Sabtu, 28 September 2019. Terduga teroris berinisial D itu dinyatakan merencanakan untuk menyerang kantor polisi.*/GELAR GANDARASA/PR

SUMBER, (PR).- Lewat serangkaian perburuan pada Minggu, 13 Oktober 2019 hingga Senin, 14 Oktober 2019 malam, Detasemen Khusus (Densus) 88 Markas Besar Kepolisian Repubblik Indonesia (Mabes Polri) mengamankan lima orang diduga anggota Jemaah Ansharut Daulat (JAD) Cirebon.

Salah seorang diantaranya, berinisial S, yang penangkapannya dilakukan dengan cara disergap langsung saat mengendarai sepeda motor di perempatan besar Jalan Kanggraksan, Kota Cirebon.

Penyergapan S, sampai Selasa, 15 Oktober 2019 malam sekira pukul 22.00 WIB, merupakan tindakan terakhir yang dilakukan kesatuan khusus kepolisian anti terorisme itu. Saat disergap, S telah dibuntuti oleh sejumlah anggota Densus 88 anti teror tersebut.

Informasinya, S merupakan warga Pronggol, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Penangkapan S merupakan pengembangan dari serangkaian aksi pemberantasan teroris yang dilakukan Densus 88 terhadap empat terduga anggota JAD Cirebon lainnya.

Terkait penusukan Wiranto

Perburuan yang dilakukan Densus 88 diduga terkait dengan insiden penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukham), Jend. Purn. Wiranto. Para terduga ditangkap setelah Densus 88 menemukan benang merah serangkaian kegiatan perencanaan teror tersebut.

“S terkoneksi dengan anggota JAD lainnya yang lebih dulu diamankan di berbagai tempat di Cirebon dan Indramayu. Penangkapan di dua daerah itu juga ada kaitan dengan penyidikan Densus 88 terhadap terduga teroris di tempat lainnya,”tutur Kepala Kepolisian Resort Kota Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roland Ronaldy, Selasa, 15 Oktober 2019.

Lewat operasi perburuan di Cirebon dan Indramayu, Densus 88 telah mengamankan lima terduga anggota JAD yang terafiliasi dengan organisasi teroris internasional ISIS (Islamic State Iraq Suriah). Masing-masing YF, BA, RF dan LF yang tertangkap di berbagai tempat di Kota dan Kabupaten Cirebon, serta Indramayu.

“Penangkapan yang dilakukan densus terhadap kelimanya merupakan hasil pengembangan penyidikan terhadap terduga teroris lain sebelumnya. Ini merupakan rangkaian hasil penyidikan. Siapa-siapa yang ditangkap, semua hasil dari informasi yang dihimpun Densus 88 melalui pemeriksaan para terduga teroris,” tutur Roland.

Penggeledahan

Berbarengan dengan operasi perburuan dan penangkapan, tim Densus 88 Mabes Polri juga melakukan penggeledahan di tempat tinggal para terduga teroris tersebut. Sejumlah barang bukti disita, dari mulai buku-buku bertema jihad sampai barang berbahaya seperti senjata tajam dan bahan kimia.

Para terduga anggota JAD Wilayah Cirebon itu langsung dibawa ke Mabes Polri Jakarta, termasuk sejumlah barang hasil sitaan. Menurut keterangan pihak kepolisian, kelimanya terhubung satu sama lain dalam satu kegiatan perencanaan teror.

“Polres hanya bertugas mendukung kegiatan densus. Kita lakukan pengamanan wilayah saat penergapan, penangkapan sampai penggeledahan. Semua pemeriksaan dilakukan tim densus di Mabes Polri Jakarta,” tutur Kapolres Cirebon, AKP Suhermanto.

Dijelaskan, sudah merupakan prosedur, jika akan melakukan kegiatan di sebuah daerah, Densus 88 berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Anggota kepolisian setempat wajib mendukung operasi tersebut dan selama kegiatan berlangsung, semua atas arahan pihak Densus 88.

“Kita sifatnya wajib back up. Semua perencanaan dilakukan Densus 88, termasuk penangkapan terhadap para terduga teroris tadi,” tutur dia.***

Bagikan: