Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31 ° C

Ada Permintaan dari Nelayan, Pemasangan Alat Bantu Navigasi Ditunda

Agus Kusnadi
PETUGAS UPP Syahbandar Pangandaran Suherdin, Kepala Distrik Navigasi Cilacap Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Hendaviny saat menemui Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata diruangan kerjanya, Senin, 14 Oktober 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
PETUGAS UPP Syahbandar Pangandaran Suherdin, Kepala Distrik Navigasi Cilacap Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Hendaviny saat menemui Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata diruangan kerjanya, Senin, 14 Oktober 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Dengan adanya penundaan pemasangan alat bantu navigasi alur pelayaran di pelabuhan Pangandaran tepatnya di Bojongsalawe, Desa Karangjaladri Parigi, Distrik Navigasi Cilacap Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menambah adendum waktu. 

Penundaan pemasangan alat bantu navigasi tersebut dikarenakan adanya permintaan dari para nelayan khususnya nelayan Bojongsalawe Parigi dan nelayan Nusawiru Cijulang. Nelayan meminta agar dibuatkan jalur khusus perahu nelayan untuk menjaga keselamatan saat berangkat maupun pulang setelah melaut di pintu masuk masuk muara Cijalu yang tidak jauh dari lokasi dermaga pelabuhan Pangandaran. 

Maka pihak Distrik Navigasi Cilacap Jawa Tengah bersama Unit Pelaksana Pelabuhan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Wilayah Kab. Pangandaran melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kab. Pangandaran yang diterima langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Senin, 14 Oktober 2019 diruangan kerja bupati di Parigi.

Menurut Kepala Navigasi Cilacap Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Hendaviny, bahwa batas waktu pemasangan alat bantu navigasi alur pelayaran di Pelabuhan Pangandaran sampai 12 Oktober 2019 kemarin. 

Perundingan

Namun, kata Hendaviny, dikarenakan ada aspirasi dari nelayan yang harus diakomodir, sehingga memerlukan perundingan-perundingan dengan beberapa pihak, maka setelah melakukan adendum waktu pihaknya akan melakukan pertemuan kembali dengan para nelayan dan sebagainya.

"Kita ajukan adendum waktu selama satu bulan. Jadi diharapkan semua bisa terselesaikan masa adendum berakhir," ujarnya, Selasa, 15 Oktober 2019.

Penundaan pemasangan alat bantu navigasi tersebut karena ada kekhawatiran dari para nelayan, khususnya nelayan di Bojongsalawe maupun nelayan di Nusawiru atas rencana pemasangan 5 buat alat bantu navigasi alur pelayaran atau rambu-rambu di area dermaga pelabuhan yang dinilai akan merusak jaring saat melaut dan sempat terjadi 7 kecelakaan laut yang menimpa perahu nelayan dengan adanya dermaga disaat gelombang tinggi, sehingga para nelayan meminta dibuatkan jalur tersendiri khusus perahu nelayan sebelum ke 5 buah rambu-rambu navigasi tersebut dipasang. 

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata meminta kepada pihak Distrik Navigasi Cilacap untuk melakukan pertemuan kembali dengan melibatkan Rukun Nelayan dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia di Kab Pangandaran yang diagendakan pekan depan untuk menjelaskan maksud dan tujuannya agar pelaksanaan pemasangan alat navigasi berjalan dengan lancar.

Sebelumnya pihak Distrik Navigasi Cilacap bersama UPP Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Wilayah Kab Pangandaran sudah melakukan sosialisasi dengan mengundang beberapa pihak diantaranya, TNI AL, Polair Polres Ciamis, Dunas LHK Kab Pangandaran serta para nelayan.***

Bagikan: