Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sebagian berawan, 23.6 ° C

Proyek Exit Tol Bandung-Cilacap di Tasikmalaya Minim Sosialisasi.

Bambang Arifianto
KENDARAAN memasuki pom bensin di Jalan Gubernur Sewaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa, 15 Oktober 2019. Minimnya sosialisasi pembangunan exit tol Bandung-Cilacap di sekitar pom bensin tersebut menuai kebingungan warga.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
KENDARAAN memasuki pom bensin di Jalan Gubernur Sewaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa, 15 Oktober 2019. Minimnya sosialisasi pembangunan exit tol Bandung-Cilacap di sekitar pom bensin tersebut menuai kebingungan warga.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Sosialisasi pemerintah terkait pembangunan exit tol Bandung-Cilacap di Kota Tasikmalaya hingga kini masih minim. Dampaknya, sejumlah warga yang wilayah ditengarai terdampak proyek itu kebingungan lantaran informasi yang diterima simpang siur.

Kondisi tersebut dialami beberapa warga di Kampung Babakan Kadu, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Dari wawancara "PR" dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tasikmalaya Adang Mulyana belum lama ini terkuak kawasan pintu keluar tol diperkirakan berada di lokasi tersebut.

Saat itu, Adang hanya memberikan ancer-ancer lokasi exit tol berada di sekitar pom bensin Jalan Gubernur Sewaka dan masuk wilayah Mangkubumi. "PR" menelusuri  dan mendapati hanya satu pom bensin di tepi jalan tersebut. Tempat pengisian bahan bakar minyak itu berada di kawasan Kampung Babakan Kadu.

Ketua RW 5 Kampung Babakan Kadu Dadang Suherlan mengaku telah mendengar slentingan-slentingan terkait wilayahnya masuk area proyek tol Bandung-Cilacap. Namun, informasi yang beredar warga itu pun simpang siur.

Selain di Babakan Kadu, terdapat pula informasi yang menyebut exit tol berada di wilayah Tamansari. Bahkan di kampungnya sendiri, titik persis exit tol juga masih banyak versi. Beberapa warga menyebut lokasi berada di pesawahan dan tembus ke dekat pom bensin. Namun ada juga yang menduga lokasi berada cukup jauh dari area pom bensin tersebut.

Informasi yang berseliweran itu tak memberikan kepastian kepada warga karena belum adanya sosialisasi dari pemerintah. "Dari pemerintah di keluraha belum mendengar," ujar Dadang. 

Padahal, informasi yang jelas bisa menjadi arahan warga untuk bersiap bila lahan terkena pembebasan. Soalnya, lahan yang ditengarai terdampak proyek merupakan lahan produktif.

Dadang menyatakan, sawah-sawah yang berada di sekitar pom bensin masih produktif  untuk kegiatan pertanian warga. "Kebetulan saja sedang kemarau (sehingga belum ditanami)," ucapnya. 

Tak hanya milik warga biasa, sebagian lahan di Babakan Kadu dimiliki tiga pengusaha lokal dari kampung itu. Tetapi, Dadang mengaku belum ada warga yang menjual lahan-lahannya. "Belum ada apa-apa, masih sepi," ujarnya.

Demikian pula kemungkinan adanya spekulan yang masuk. Dadang mengatakan, status lahan di wilayahnya masih miliki warga yang telah lama tinggal di sana. Namun,  ia berharap, pemerintah memberikan sosialisasi mengenai kepastian wilayahnya masuk kawasan pintu keluar proyekk jalan bebas hambatan yang melintasi Kota Tasikmalaya tersebut.

Selain sebagai acuan, sosialisasi pemerintah menjadi penting agar masyarakat tahu kerugian yang dialami jika menjual lahan ke spekulan. Hal senada dikemukakan Iwan Jak selaku Ketua RT 03 di RW 05 Babakan Kadu. Iwan menyebut, nilai jual lahan di kampungnya sudah terbilang tinggi.

Di wilayah permukiman, harga lahan mencapai sekitar Rp 15 juta per bata. Sedangkan di lahan yang dekat dengan Jalan Gubernur Sewaka mencapai Rp 40 juta per bata. Yang terpenting, tutur Iwan, proyek tersebut bisa membawa manfaat yang besar bagi warga yang terdampak. "Nu penting manfaatna sanes mudaratna," ucapnya.

Meski perkiraan lokasi berada di sekitar pom bensin Jalan Gubernur Sewaka, ‎ Kadis PU PR Kota Tasikmalaya Adang Mulyana mengatakan, pembahasan penlok (penentuan lokasi) trase pertama tol dari Bandung hingga Tasikmalaya tengah dilakukan. ‎ "Lokasinya kemarin teh baru pembahanan untuk Penlok, nanti setelah Penlok baru bisa disampaikan," kata Adang saat menghadiri pembukaan Tasikmalaya Oktober Festival 2019 di Jalan KHZ Mustafa beberapa waktu lalu.

Adang mengimbau masyarakat berhubungan langsung dengan panitia pembebasan lahan bila ada spekulan yang masuk. "Yang terpenting lancar saja pembebasanlah asal jangan spekulan masuk," tuturnya.

Seperti diketahui, tol Bandung-Cilacap segmen satu ditargetkan beroperasi pada April 2024. Wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang dilalui tol mendapatkan beberapa exit tol. Untuk Kota Tasikmalaya, pintu keluar tol bukan hanya berada di ruas Gubernur Sewaka, Mangkubumi saja.

Pemkot Tasikmalaya juga meminta pembuatan exit tol lain di kawasan Universitas Siliwangi, Tamansari pada lanjutan pengerjaan segmen dua proyek tersebut. Sementara Kabupaten Tasikmalaya kebagian exit tol Di Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna. 
Lokasinya berada di dekat Puskesmas Tinewati, Singaparna.***

Bagikan: