Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 21.2 ° C

Bupati Majalengka Ingatkan ASN Bisa Bijak dalam Media Sosial

Tati Purnawati

ILUSTRASI media sosial.*/ANTARA
ILUSTRASI media sosial.*/ANTARA

MAJALENGKA,(PR).- Peristiwa penusukan yang dialami Menko Polhukam  Wiranto hingga banyaknya komentar di media sosial (medsos) dengan tanggapan yang beragam dan di antaranya dinilai kurang bijak serta beretika hingga berujung pelaporan karena dianggap melanggar UU ITE,  mengundang keprihatinan Bupati Majalengka Karna Sobahi.

Dia khawatir ASN serta warganya berperilaku tidak bijak dan beretika dalam bermedsos.

Bupati meminta agar warganya berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial, karena setiap unggahan yang melanggar aturan, terancam pidana dan berurusan dengan aparat penegak hukum.

"Banyak contoh warga netizen yang nyinyir atau akibat kurang berhati-hati dalam membuat status di medsos, terancam oleh Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ini harus menjadi pelajaran berharga buat kita semua agar tidak terjerat hukum, " ungkap Karna kepada sejumlah wartawan usai menghadiri sidang paripurna di Gedung Dewan, Selasa 15 Oktober 2019.

Disampaikan Karna, tanpa mengurangi semangat demokrasi dan keterbukaan informasi, serta menjunjung tinggi hak azasi manusia (HAM) dan kebebasan menyampaikan pendapat, menggunakan medsos tetap harus bijak.

"Sekali lagi saya ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Majalengka, para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) serta keluarganya agar memanfaatkan media sosial,  baik itu facebook, instagram, whatshap, twitter, sms, dan lain-lain, sebagai sarana untuk bersosialisasi, berkomunikasi, dan bersilaturahmi. Gunakqn medsos yang kita miliki untuk kegiatan bermakna dan bermanfaat dengan didasari etika, berdasarkan fakta  dan informasi yang sesuai kaidah," papar Karna Sobahi.

Bupati juga mengimbau agar tidak mudah terpancing dan terhasut oleh berita hoax, apalagi berisi berita adu domba, fitnah, ujaran kebencian, masyarakat harus belajar dari pengalaman yang telah terjadi. 

"Saya ingin mengajak masyarakat Majalengka agar memiliki kecerdasan dan karakter akur, rukun, dan berjiwa gotong royong, serta ramah dalam kebersamaan dan indah dalam perbedaan," katanya.***

Bagikan: