Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Bandar Sabu Dicokok Polres Indramayu

Gelar Gandarasa
KAPOLRES Indramayu AKBP Yoris Marzuki  (kedua kiri) menunjukkan barang bukti sabu-sabu di Mapolres Indramayu, Selasa, 15 Oktober 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
KAPOLRES Indramayu AKBP Yoris Marzuki (kedua kiri) menunjukkan barang bukti sabu-sabu di Mapolres Indramayu, Selasa, 15 Oktober 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Polres Indramayu menciduk bandar narkoba yang kerap memasok kepada para pemakai. Dari hasil pengembangan polisi menangkap empat pelaku. Sabu satu ons bersama dengan uang Rp 120 juta jadi barang bukti. 

Keempat pelaku itu antara lain HS alias Buduy (33), TB alias Bolem (24), HKB dan AS alias Agung (31). Mereka merupakan warga asal Kabupaten Indramayu. Kapolres Indramayu AKBP Yoris Marzuki mengatakan, barang bukti sabu yang diamankan cukup banyak. Sabu-sabu tersebut hendak diedarkan kepada para pembeli. 

Dia menambahkan, pengungkapan kasus itu berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh Satuan Narkoba Polres Indramayu. Para pelaku pun dibekuk di tempat berbeda yang ada di Indramayu. "HS ditangkap di Lemah Abang," ungkap Yoris di Mapolres Indramayu, Selasa, 15 Oktober 2019. 

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap TB di depan BTN Griya Tiara Desa Bugel, Kecamatan Patrol, pada Rabu, 9 Oktober 2019. Dari tangannya polisi menyita dua paket sabu yang dibungkus ke dalam plastik klip berwarna bening. Satuan Narkoba kemudian menangkap AS di dalam kamar kos di Patrol. Dari kamar kos, polisi menemukan barang bukti satu buah alat hisap sabu (bong), plastik klip warna bening dan satu buah timbangan digital. 

Tak berhenti di situ, seorang bandar besar yakni HKB diciduk di Patrol Indramayu. HKB diketahui berasal dari Jakarta. "Dari keteranganya jika barang tersebut diambil dari seseorang di Kampung Ambon, Jakarta. Dan orang tersebut kini DPO. Sementara empat tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Yoris. Dari HKB polisi menyita dua paket besar sabu. 

Yoris menegaskan, akan menjerat para tersangka dengan hukuman yang cukup berat. Mereka akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara. " HKB dikenakan ancaman yang paling berat karena merupakan bandar besar," katanya. 

Terkait ke mana beredarnya sabu tersebut polisi belum bisa memastikannya. Yoris mengatakan, jajarannya tengah menelusuri lebih dalam pengungkapan kasus tersebut. Polisi memastikan akan menelusuri kemungkinan adanya para pelaku lain. Yoris menambahkan, ke depan polisi akan terus memberantas para pengedar narkoba yang masih berani berkegiatan.***

Bagikan: