Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sebagian berawan, 22.2 ° C

Ayah TKW Terdampar di Irak Datangi DPRD Karawang

Dodo Rihanto
AYAH TKW Septiani, didampingi Ketua BPD Walahar saat menunjukan foto anaknya yang terdampar di Irak, di Gedung DPRD Karawang, Selasa, 15 Oktober 2019.*/DODO RIHANTO/PR
AYAH TKW Septiani, didampingi Ketua BPD Walahar saat menunjukan foto anaknya yang terdampar di Irak, di Gedung DPRD Karawang, Selasa, 15 Oktober 2019.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Informasi mengenai dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampar di Irak ternyata bukan isapan jempol belaka. Abdul Rohman Rudiyanto (47), ayah dari salah seorang TKW tersebut, Septiani Almukaromah (24), mendatangi Press Room DPRD Kabupaten Karawang, Selasa, 15 Oktober 2019, membeberkan kronologi keberangkatan anaknya ke Irak.

"Anak saya memang pergi ke Timur Tengah untuk bekerja. Tapi saya tidak tahu kalau dia akan dipekerjakan di Irak," ujar Rohman, warga Desa Walahar Rt.18/004, Kecamatan Klari.

Menurut dia, Septiani pergi ke Timur Tengah sejak Mei 2019, pertengahan bulan Puasa silam. Anaknya pergi mencari penghasilan kerena ingin membantu ekonomi orang tuanya.

Septiani juga dua kali putus kuliah karena terbentur biaya. "Awalnya anak saya kuliah di Unindra, Ciputat, Jakarta. Kerena kekurangan biaya dia pindah ke STIMIK Kharisma Karawang, namun hanya sampai semester 2. Kuliahnya kembali gagal karena tidak ada biaya dan akhirnya memilih bekerja di luar negeri," kata Rohman.

Dijelaskan juga, sejak anaknya pergi ke luar negeri, komunikasi tidak pernah terputus. Terakhir, Septiani minta pulang, karena kerap diperlakukan kasar oleh majikannya di Irak.

Info dari sosial media

Rohman datang ke Press Room DPRD bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Walahar, Syihabudin Ismaya. Syihab pula yang akhirnya menemukan alamat Septiani di Irak.

"Sejak ada info di media sosial yang menyatakan seorang TKW asal Walahar terdampar di Irak, saya terus menggali informasi. Akhirnya saya bisa langsung berkomunikasi dengan Septiani," kata Syihab.

Dalam percakapan melalui medsos itu, Septiani mengaku menjadi pembantu pada keluarga H. Basar, yang beralamat di Delall Zakho Blok B4 Irak. Namun hingga sekarang dia belum menerima gaji.

"Sebelum bekerja di keluarga H. Basar, Septiani semoat bekerja di keluarga lainnya. Tetapi baru sebulan dia dikembalikan ke tempat penampungan TKW di Irak dengan alasan kerjanya tidak benar," tutur Syihab, menirukan cerita Septiani.

Sejak itu, Septiani disekap dan tidak diberi makan dan HP-nya disita. Akhirnya Septiani mencoba melarikan diri bersama 6 TKW lainnya. Mereka melapor ke polisi setempat, tetapi polisi malah mengembalikan mereka ke tempat penampungan. 

Mereka pun dimarahi habis-habisan, bahkan sempat kena tendangan. Mereka kembali tak diberi makan.

Tidak ada respons

Selanjutnya, salah seorang TKW mencoba menghubungi KBRI, namun tidak ada respons.  Akhirnya, mereka dikirim lagi ke beberapa keluarga di Irak yang membutuhkan asisten rumah tangga. Tetapi, lagi-lagi mereka tidak digaji sama sekali.

Atas dasar itu, Septiani dan beberapa TKW lainnya mengungguh permintaan bantuan untuk bisa pula ke tanah air, melalui media sosial, termasuk grup Facebook di Karawang.

"Kami akan menemui ketua DPRD dan Bupati agar Septiani dan rekan-rekannya bisa dipulangkan" kata Syihab.

Seperti diketahui, saat ini masyarakat Karawang dihebohkan oleh beredarnya video seorang Tanaga Kerja Wanita asal daerah lumbung padi yang terdampar di Negara Irak. Dalam video berdurasi 47 detik itu, Sang TKW mengaku bernama Rustia asal Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, korban tindak pidana penjualan orang (TPPO).

Rustia dengan jelas meminta bantuan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana untuk memulangkannya ke Karawang. Rustia juga meminta para wartawan menyebarkan video tersebut agar pihak-pihak terkait dapat menolongnya.

Selain Rustia, ada korban lainnya yang berada di Irak, yakni Septiani. Kedua TKW itu diduga kuat berangkat ke Timur Tengah secara ilegal. Dia dibujuk pencari tenaga kerja, namun akhirnya diterlantarkan begitu saja.

Perintah dipulangkan

Menanggapi hal itu, Bupati Karawang Cellica Nurachadiana menyatakan telah mengintruksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat untuk berupaya memulangkan dua TKW asal Karawang itu. Pemkab Karawang siap membantu segalanya agar mereka bisa ke kampung halamannya masing-masing.

"Kami prihatin ada warga Karawang yang menjadi korban tindak pidana penjualan orang. Apalagi mereka hingga terdampar di wilayah Kurdi, Irak," kata Cellica saat dihubungi, Minggu, 13 Oktober 2019. 

Menurut Cellica, kendati kepergian kedua TKW itu menggunakan jalur ilegal, namun pemerintah tidak akan menutup mata dan membiarkan warganya menghadapi masalah di negeri orang. Oleh karena itu, Pemkab Karawang sudah melakukan langkah untuk segera memulangkannya. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI mencari keberadaan mereka," kata Cellica.***

Bagikan: