Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Terduga Teroris Asal Cirebon Diamankan di Ruko Indramayu

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI terduga teroris.*/DOK. PR
ILUSTRASI terduga teroris.*/DOK. PR

INDRAMAYU, (PR).- Seorang terduga teroris diamankan oleh polisi pada Minggu 13 Oktober 2019 malam. Penggeledahan langsung dilakukan oleh tim Densus 88 dibantu Polres Indramayu pada tengah malam. Terduga teroris itu merupakan satu kelompok dengan teroris yang melakukan penusukkan menteri di Pandeglang.

Penggeledahan dilakukan di sebuah rumah toko (ruko) yang ada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Indramayu. Petugas bersenjata laras panjang turut mengamankan lokasi penggeledahan yang dilakukan selama beberapa jam tersebut. Petugas langsung membuka ruko untuk mencari barang bukti. Dari dalam ruko sejumlah barang bukti dibawa oleh polisi.  

Polisi pun sempat menutup jalan agar penggeledahan berjalan dengan lancar. Terlebih kegiatan tersebut langsung mengundang rasa ingin tahu warga. Mereka tak ingin kalah mengabadikan gambar di sekitar lokasi penggeledahan. Adapun terduga pelaku yang diamankan yakni RF (24) warga asal Cirebon.

Wakapolres Indramayu Kompol Fajar Widya Dharma mengatakan, terduga teroris RF masih satu jaringan dengan teroris yang ditangkap sebelumnya di Bekasi. Terduga pun masih memiliki kaitan dengan pelaku sebelumnya yang lebih dahulu diamankan oleh Densus. “Yang bersangkutan tergabung ke dalam grup pesan instan yang sama dengan pelaku penusukan bapak Wiranto di Pandeglang,” kata Fajar.

Jaket ISIS

Dia menambahkan, polisi tidak menemukan adanya bahan peledak. Sejumlah barang bukti seperti jaket bertuliskan ISIS, senjata tajam, dan gergaji pemecah es batu diamankan oleh polisi. Pelaku saat ini sudah diamankan oleh polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Pelaku dan barang bukti sudah kita serahkan ke Densus,” ujar Fajar.

Salah seorang warga Munawir menuturkan, sehari-hari RF berjualan minuman dingin di pameran atau pasar malam. Terduga pun dikenal memiliki pribadi yang tertutup dan pendiam. Oleh sebab itu, tak banuyak informasi yang bisa digali terkait pirbadi RF. “Kalau kesehariannya jualan di pasar malam. Di Indramayu sejak ada pasar malam,” ungkap dia. Dia pun mengaku tidak mengetahui info lebih lanjut terkait RF.

Sebelumnya tim Densus 88 pun pada akhir September kemarin melakukan penangkapan di Kabupaten Indramayu tepatnya di wilayah Tukdana, Densus mengamankan seorang pemuda terduga teroris yakni D (19). Dari tangan D, Densus mengamankan belerang, kaleng, dan styrofoam.  Terduga tersebut direkrut melalui media sosial.***  

Bagikan: