Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Suhu di Kertajati Mencapai Puncak 38C

Tati Purnawati
ILUSTRASI cuaca panas.*/DOK. PR
ILUSTRASI cuaca panas.*/DOK. PR

MAJALENGKA,(PR).- Sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka saat ini berada di puncak cuaca panas. Suhu udara hingga 38 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara maksimum 79 persen dan terendah 69 persen. Sementara arah kecepatan angin timur 14 knot dan angin selatan 21 knot.

Menurut keterangan Ahmad Faiz Zyin dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi, puncak suhu udara ini akan berlangusng hingga akhir Oktober mendatang. Dan ini adalah siklus suhu panas yang biasa terjadi setiap tahun di sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka. Di antaranya berada di Kecamatan Kertajati, Jatiwangi, Kadipaten, Jatitujuh, Ligung, Kadipaten, Sumberjata, Dawuan, Majalengka.

“Normalnya memang suhu maksimum bisa mencapai 38 C, ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober, suhu mulai turun setelah Oktober,” ungkap A Faiz Zyin.

Menurutnya, dengan temperatur udara yang cukup panas ini secara alami bakal berdampak pada dehidrasi tubuh serta kulit yang kering. Karenanya diimbau untuk tidak melakukan pembakaran di luar akan memicu terjadinya kebakaran, siapkan alat pemadam kebakaran, membuat penampungan air, minum yang cukup serta menggunakan pelembab untuk menjaga kekeringan pada kulit.

Sementara itu sejumlah warga di Desa Bongas, Kecamatan Sumberjaya mengatakan, diduga akibat cuaca panas ini berdampak juga pada berkurangnya suhu pendingin di lemari es. Kondisi ini terlihat dari pembuatan es batu yang disimpan di lemari es. Yang biasanya air bisa membeku dalam kurun waktu kurang dari satu jam kini hingga ber jam-jam.

Malah, menurut penuturan Juremi, Nining dan Mutiara jika es batu sudah membeku pun mulai pukul 11.00 siang hari sedikit demi sedikit kembali mencair. Hal ini bisa berlangsung hingga pukul 23.00 WIB menjelang tengah malam. Suhu dingin baru terasa kembali setelah pukul 24.00 malam hingga pagi hari.

“Karena cuaca panas sekarang ini semua keluarga bergantung pada minuman ber-es. Karena kalau tidak suhu badan juga terasa sangat panas. Makanya ketika es batu habis bingung,” ungkap Mutiara.

Hal senada disampaikan Juremi yang menyebutkan es batu di rumahnya harus selalu tersedia. Makanya di saat tengah malam istrinya berupaya membuat es batu untuk disimpan di lemari es. Hanya es batu terkadang juga habis dan kondisi es sering mencair karena diduga suhu panas berdampak pada rendahnya pendingin di lemari esnya.

“Kalau minum air biasa tubuh itu panas terus, malah baru saja mandi dan keluar dari kamar mandi sudah langsung berkeringat lagi,“ kata Juremi.

Apalagi, menurutnya, jika tidak ada angin, maka suhu udara terasa semakin panas, seperti yang terjadi belakangan ini, kondisi angin hanya semilir biasa.

Ade Rosito warga lainnya  mengatakan hampir tiap malam tidur di lantai hanya beralas bantal, alasanya tidur di kasur malah lebih panas dan susah tidur.
“Suhunya panas sekali sekarang mah,” ungkap Ade.***

Bagikan: