Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Kapal Sekoci Oranye Bukti Pangandaran Rawan Imigran Gelap

Agus Kusnadi
SEMENJAK ada pembangunan kolam di pelabuhan, kapal sekoci yang pernah dinaiki 35 orang imigran gelap disimpan di atas pasir di area Prlabuhan Pendaratan Ikan Cikidang Babakan Pangandaran.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
SEMENJAK ada pembangunan kolam di pelabuhan, kapal sekoci yang pernah dinaiki 35 orang imigran gelap disimpan di atas pasir di area Prlabuhan Pendaratan Ikan Cikidang Babakan Pangandaran.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Satu buah dewi-dewi kapal atau orang menyebutnya sekoci teronggok di atas pasir di pinggir pantai di area Pelabuhan Pendaratan Ikan Cikidang Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. 

Dimana sebuah kapal bantu berukuran kecil yang biasa terpasang berderet di pinggir bagian deck kapal itu menjadi saksi hidup kasus imigran gelap di Pangandaran yang sempat dinaiki sebanyak 35 orang imigran gelap asal negara Iran, Banglades, Nepal dan Pakistan pada tahun 2014 lalu mendarat di pesisir pantai barat Pangandaran. 

Menurut pengakuan dari salah satu imigran gelap asal Pakistan pada saat itu, dirinya bersama imigran gelap lainnya disuruh naik ke sebuah kapal besar lalu masuk kedalam sekoci sebelum diluncurkan ke laut oleh petugas di perairan laut pulau Chrismas Australia.

Setelah menempuh perjalanan laut selama beberapa jam, akhirnya kapal berbentuk seperti kapsul berwarna oranye tersebut mendarat di pinggir pantai barat Pangandaran tepatnya di antara Pos 4 dan Pos 5 pada malam hari. 

Sontak kehadiran kapal sekoci di pantai barat mengagetkan warga dan wisatawan yang kebetulan sedang berada di lokasi pendaratan sekoci, ditambah lagi melihat sejumlah orang melompat dari salah satu pintu dan berhamburan dalam keadaan terhuyung-huyung lemas seakan mencari pertolongan. 

Penyelamatan

Mengetahui kehadiran kapal asing tersebut sejumlah petugas polisi dan TNI berupaya menolong dan mengamankan para imigran gelap atau imigran ilegal yang berhamburan keluar dari dalam sekoci ke daratan.

Informasinya pada saat itu sekoci buatan Tiongkok tahun 2013 dengan ukuran panjang 8,50 meter dan lebar 3,50 meter terbuat dari fiberglass. tersebut diamankan oleh pihak Polisi Perairan Pangandaran Polres Ciamis lalu diamankan di perairan pantai timur hingga saat ini di kawasan pelabuhan ikan Cikidang. 

Sekoci tipe JYB 85 F biasa digunakan di kapal tanker sebagai sekoci penyelamatan (rescue boat) ini berperalatan canggih, memiliki mesin dengan daya pacu 3.000 RPM (3 knot) dan peralatan navigasi canggih.

Sementara salah satu warga Dusun Pamagangan, Desa Karangbenda, Kec. Parigi, Kab. Pangandaran, Syamsul Ma'arf berpendapat, alangkah baiknya kapal sekoci tersebut dijadikan museum imigran gelap, dimana Pangandaran merupakan salah satu daerah yang rawan dan digunakan akses menuju pulau Chrismas Australia yang jaraknya hanya beberapa ratus mil dari pantai Pangandaran.

"Kan bagus juga kalau kapal bekas imigran gelap ini dijadikan sebuah monumen sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berswafoto," ujar Syamsul, Minggu, 13 Oktober 2019.

Selebihnya, kata Syamsul, bisa juga keberadaan monumen kapal sekoci imigran gelap tersebut sebagai simbol untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus imigran gelap di Pangandaran.

"Walaupun sekarang sudah tidak kedengaran lagi, tapi perairan Pangandaran merupakan daerah yang memiliki potensi sebagai perlintasan para imigran gelap termasuk peredaran narkoba melalui jalur laut," ujarnya.***
 

Bagikan: