Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31 ° C

Hampir 500 Koperasi di Indramayu Dibubarkan

Gelar Gandarasa
WARGA melintas di sebuah koperasi yang ada di Kabupaten Indramayu, Senin 14 Oktober 2019. Akibat sulitnya permodalan, banyak koperasi di Indramayu bubar.*/GELAR GANDARASA/PR
WARGA melintas di sebuah koperasi yang ada di Kabupaten Indramayu, Senin 14 Oktober 2019. Akibat sulitnya permodalan, banyak koperasi di Indramayu bubar.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Sedikitnya 488 koperasi di Kabupaten Indramayu dibubarkan oleh pemerintah daerah. Koperasi-koperasi tersebut dinyatakan non-aktif karena sudah tidak lagi berkegiatan. Tingkat kesadaran anggota merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap banyaknya koperasi yang gulung tikar.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Indramayu, saat ini koperasi yang masih berdiri sebanyak 545. Padahal sebelum adanya pembubaran jumlah koperasi di Indramayu mencapai 1.033. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi pembubaran tersebut.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Indramayu, Rosidah menuturkan bahwa koperasi yang dibubarkan itu sudah tidak lagi memiliki kegiatan. “Pengurusnya tidak ada, usaha tidak berjalan. Mereka juga tidak pernah mengirimkan laporan kepada kami,” kata Rosidah, Senin 14 Oktober 2019. Tak adanya laporan membuat pemerintah daerah tidak bisa melakukan pengawasan terhadap koperasi tersebut.

Padahal kata dia, Diskoperindag memiliki tugas untuk mengawasi untuk memastikan kegiatan di koperasi berjalan dengan lancar. “Ada peningkatan omset dan jumlah anggota atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena banyaknya koperasi dibubarkan bukan hanya terjadi di Kabupaten Indramayu. Hal itu juga dilakukan oleh daerah lainnya. Dia menambahkan, keterbatasan modal yang dimiliki tak jarang membuat koperasi sulit untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Sejauh ini upaya yang dilakukan pemerintah daerah yakitu terus melakukan pembinaan dan pengawasan. Contoh pembinaan yang telah dilakukan yakni pemerintah daerah siap mengirim personel kepada koperasi jika menemui kesulitan soal penyusunan administrasi. “Ada delapan orang yang siap mendampingi,” kata Rosidah.*** 

Bagikan: