Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23.4 ° C

Hotel Bersejarah di Waduk Jatiluhur Beroperasi Kembali

Hilmi Abdul Halim
HOTEL Pesanggrahan, Jatiluhur, Purwakarta.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
HOTEL Pesanggrahan, Jatiluhur, Purwakarta.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PEMBANGUNAN Hotel Pesanggrahan di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menjadi bagian dalam sejarah pembangunan Waduk Juanda atau Waduk Jatiluhur. Bangunan tersebut menjadi penginapan para insinyur dari Prancis selama pembangunan bendungan pada 1957-1967.

Setelahnya, bangunan yang didirikan pada 1955 itu dijadikan hotel oleh pengelola Waduk Jatiluhur yakni Perusahaan Umum Jasa Tirta II. Namun, nama hotel bersejarah itu kurang populer hingga akhirnya mengalami kebakaran hebat pada 28 Desember 2016 lalu.

Kejadian tersebut menghanguskan hampir seluruh bagian. Termasuk di antaranya 14 kamar tidur, restoran, dan ruangan dapur. Beruntung, kejadian yang diduga akibat korsleting listrik di dapur itu tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka.

Setelah hampir tiga tahun berlalu, Jasa Tirta II akhirnya menyelesaikan pembangunan kembali Hotel Pesanggrahan. Hotel tersebut kini mulai menerima tamu perusahaan maupun para wisatawan ke kawasan Waduk Jatiluhur.

Walaupun dibangun ulang, konstruksinya masih menggunakan bagian fondasi dan bawah bangunan yang asli seperti dulu. Jasa Tirta II juga mempertahankan gaya arsitektur klasik dari Eropa atau art deco.

"Bangunan yang baru ini juga mempertahankan bentuk lama di bagian galeri (yang berfungsi sebagai resepsionis hotel)," kata Direktur Operasi dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II Antonius Aris Sudjatmiko dalam acara syukuran hotel tersebut, Minggu 13 Oktober 2019.

HOTEL Pesanggrahan, Jatiluhur, Purwakarta.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Selebihnya, hotel dibangun dengan konsep yang baru. Gaya arsitektur tersebut dipadukan dengan unsur tradisional masyarakat setempat yakni melalui instalasi bambu sebagai pagar pembatas di lorong kamar hingga hiasan dekat jendela.

"Pembangunannya dipercepat pada Desember 2017. Hotel ini kini sekelas bintang tiga dan memiliki jumlah kamar lebih banyak yaitu 60 unit," ujar Antonius. Selain itu, hotel tersebut kini mulai diintegrasikan dengan kawasan pariwisata di Waduk Jatiluhur.

Pengoperasian Hotel Pesanggrahan yang baru menambah jumlah penginapan untuk para wisatawan di kawasan sekitar bendungan. Saat ini, terdapat 20 kamar di Istora Resort dan 50 kamar lainnya dalam bentuk bungalow.

Selain menjadi penginapan untuk umum, hotel tersebut juga akan menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi keahlian bidang perairan dan pekerjaan umum. "Ini sejalan dengan keinginan Ibu Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno di Labuan Bajo," kata Direktur Utama Jasa Tirta II Saefudin Noer pada kesempatan yang sama.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika berharap keberadaan hotel berbintang di kawasan Waduk Jatiluhur dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerahnya. "Ada sekitar 100 ribu wisatawan setiap pekan ke Purwakarta," katanya.

Namun, potensi kunjungan wisatawan tersebut diakui belum didukung dengan keberadaan hotel yang layak. Anne berharap keberadaan hotel dengan nilai sejarah bisa mengakomodasi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Barat dan Selatan Purwakarta. ***

Bagikan: