Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Densus Geledah Kontrakan Terduga Teroris

Tommi Andryandy
POLISI mengamankan barang bukti hasil  penggeledahan di kontrakan terduga teroris, NAS, di Desa Karang Satria Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Minggu 13 Oktober 2019. Dari pemeriksaan, NAS diduga berkaitan dengan Abu Rara pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto.*/ TOMMI ANDRYANDY/PR
POLISI mengamankan barang bukti hasil penggeledahan di kontrakan terduga teroris, NAS, di Desa Karang Satria Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Minggu 13 Oktober 2019. Dari pemeriksaan, NAS diduga berkaitan dengan Abu Rara pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto.*/ TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menggeledah sebuah kontrakan yang ditinggali NAS (26) di RT 02/04 Desa Karang Satria Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Minggu 13 Oktober 2019 sekitar pukul 14.30. Penggeledahan diduga kuat terkait kasus penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

Nofal merupakan terduga teroris yang lebih dulu menyerahkan diri di Bandar Lampung, Minggu 13 Oktober  2019 sekitar pukul 7.00. Dalam pemeriksaan, NAS diduga terlibat dan masuk kelompok Abu Zee dan Abu Rara di Bekasi. Seperti diketahui, nama terakhir merupakan pelaku penusukan Wiranto. Nofal pun diduga memiliki keterkaitan dengan ISIS.

Sementara itu, saat penggeledahan, Tim Densus 88 turut mengamankan seorang laki-laki bernama H (20) di sekitar kontrakan NAS. Ia diduga, merupakan adik dari NAS.

Penggeledahan dilakukan sejumlah personel Densus 88 bersenjata lengkap dengan bantuan sejumlah anggota Kepolisian Resor Metro Bekasi. Disaksikan perwakilan warga sekitar, personel Densus 88 memeriksa setiap sudut kontrakan bercat biru tersebut. Lokasi itu terbilang padat penduduk dengan belasan kamar kontrakan yang berdiri berderet.

Dalam penggeledahan didapat sejumlah buku tentang ajaran jihad dan tauhid. Terdapat pula data tentang Khilafatul Muslimin serta buku tentang ISIS. Didapat pula perkakas rumah tangga semisal gunting, lakban, hingga paku payung dan paku baja.

Berdasarkan informasi kepolisian, NAS merupakan ustaz dari Khilafatul Muslimin. Dia pun diduga berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee. Lebih dari itu, NAS pun diketahui pernah membahas tentang khilafah bersama dengan kelompok Abu Zee.

SEJUMLAH buku diamankan dari kontrakan terduga teroris, NAS, di Desa Karang Satria Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Minggu 13 Oktober 2019. Dari pemeriksaan, NAS diduga berkaitan dengan Abu Rara pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto.*

Pengemudi ojek online

Kepala Polsek Tambun Komisaris Siswo membenarkan adanya penggeledahan di wilayah hukumnya. Berdasarkan keterangan warga, NAS merupakan penghuni baru di Tambun. Dalam beberapa kesempatan, NAS kerap bekerja sebagai pengemudi ojek online.

“Yang bersangkutan baru dua bulan tinggal di kontrakan ini. Mengakunya dari Jakarta namun kerjanya belum jelas apa. Kadang ojek online, kadang keluar pulang malam. Di sini tinggal bertiga dengan istri dan anaknya,” ucap dia.

Hanya saja, tidak dijelaskan dimana saat ini dan identitas istri dan anaknya tersebut. “Semua keterangan dibawa ke Mabes Polri oleh Densus 88. Kami sifatnya hanya membantu pengamanan. Keterangan lebih lanjut ada Densus 88,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua RT setempat, Ahmad Qurtubi mengaku tidak mengetahui pasti kepribadian NAS dan keluarga. Selama dua bulan menetap, NAS belum melaporkan data dirinya.

“Selama ini saya tidak tahu, karena (selama dua bulan tinggal) belum ada laporan. Pindahan dari mana juga enggak tahu. Kalau lihat kartu keluarganya dia dari Jakarta, yang mengontrak namanya NAS. Tapi di KTP-nya dia kelahiran Bekasi Timur,” ucapnya.

Kesehariannya, lanjut Ahmad, tidak ada yang mencolok dari mereka. Hanya saja, mereka tidak terlalu berbaur dengan warga sekitar. Beberapa tamu yang berkunjung ke kontrakannya pun menimbulkan kecurigaan warga.

“Kehidupannya biasa saja, tidak berbaur, dia hanya lewat-lewat saja, penampilannya kadang seperti ojek online. Untuk tamu, kami tidak tahu dia ini siapa, misalkan ada juga kami tidak terlalu memperhatikan, karena kami menganggap biasa saja,” ucap dia.

Sedangkan terkait penggeledahan, Ahmad mengakui di dalam kontrakan NAS terdapat banyak buku keagamaan. Beberapa buku di antaranya pun berkaitan dengan jihad. ***

Bagikan: