Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Pabrik Indocement Terbakar, Butuh Lima Jam untuk Padamkan Api

Agung Nugroho
ILUSTRASI kebakaran.*/DOK. PR
ILUSTRASI kebakaran.*/DOK. PR

SUMBER, (PR).- Indocement, pabrik semen yang berlokasi di Jln Raya Cirebon-Bandung, Jumat, 11 Oktober 2019 malam sekitar pukul 19.30 WIB, terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran di pabrik semen milik PT Indocement Tunggal  Prakasa Tbk, namun sampai Sabtu, 12 Oktober 2019 sekitar pukul 00.30 WIB, kobaran api baru bisa dijinakkan.

Kerugian akibat insiden itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sebab, selain gudang yang berukuran 100x100 meter, di dalamnya juga berisi semen dan barang-barang pendukung produksi pabrik semen tersebut.

Menurut petugas pemadam kebakaran (Damkar),  luapan si jago merah relatif sulit dijinakan. Api baru bisa padam setelah petugas gabungan dari berbagai unit Damkar, menyemprotkan air selama lima jam lebih.

“Api baru bisa dijinakan dan dipadamkan Sabtu dini hari. Setelah padam, petugas masih terus menyemprotkan api untuk mendinginkan suhu agar titik api benar-benar padam,” tutur  Eno Sujana, Kepala Seksi Tanggap Darurat Damkar Cirebon, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Belasan kendaraan damkar dikerahkan untuk memadamkan api yang luapannya terlihat jelas dari Jln Raya Cirebon-Palimanan-Majalengka-Bandung. Selama proses pemadaman, seluruh akses ke pabrik yang dulu terkenal dengan merk Semen Tiga Roda, ditutup rapat.

Ratusan warga hanya bisa menyaksikan besarnya kobaran api yang tampak jelas dari kejauhan. Tampak, dari pemukiman warga di Jln Raya Cirebon-Palimanan-Majalengka-Bandung, luapan api yang ketinggiannya mencapai lebih dari dua puluh meter.

“Kebetulan peristiwanya malam hari, sehingga kobaran api dapat terlihat jelas,” tutur Santosa (40 tahun), warga setempat yang ikut menyaksikan saat kebakaran berlangsung.

Hanya petugas damkar dan pengamanan yang boleh mendekati lokasi gudang yang terbakar. Saking besarnya luapan api, tak hanya dari petugas damkar internal Indocement, beberapa unit mobil damkar dari kesatuan damkar Kecamatan Palimanan maupun Damkar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dikerahkan.

“Kalau hanya mengandalkan petugas damkar internal Indocement, api akan sulit dipadamkan. Kami akhirnya turun dan bahu-membahu memadamkan kobaran api,” tutur Eno.

Belum ada keterangan resmi

Sampai hari ini, belum ada keterangan resmi dari perusahaan yang belum lama ini kembali mengubah merek produksi dari semula Semen Tiga Roda, Holcim, lalu ke Dynamik ini. Menurut sumber setempat, insiden tersebut diduga karena ada hubungan arus pendek (korsluiting) jaringan listrik internal perusahaan tersebut.

Meski terjadi kebakaran hebat, sejauh informasi yang diperoleh, tidak menganggu proses produksi semen. Dikarenakan, gudang yang terbakar hanya sebagai pendukung sebagai penimpan semen dan sejumlah barang-barang pabrik tersebut, bukan bagian dari proses produksi.

“Gudang scraft yang tidak terkait dengan jaringan proses produksi,” tutur salah seorang petugas keamanan yang berjaga-jaga selama kebakaran berlangsung.

Usai api dijinakkan dan pendinganan dilakukan, pihak keamanan internal perusahaan dan anggota Kepolisian Resort (Polres) Cirebon, memasang garis polisi (police-line) di lokasi gudang yang terbakar. Penyelidikan tengah dilakukan dan sampai Sabtu sore, belum ada keterangan resmi penyebab kebakaran ang sempat mengejutkan warga setempat itu.***

Bagikan: