Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Gunung Parang, Menikmati Keindahan Sambil Berkegiatan di Alam Terbuka

Advertorial
GUNUNG Parang.*/DOK. DISBUDPAR KABUPATEN PURWAKARTA
GUNUNG Parang.*/DOK. DISBUDPAR KABUPATEN PURWAKARTA

MENGASINGKAN diri sesaat untuk menikmati keindahan alam dan jauh dair hiruk pikuknya kehidupan sibuk di perkotaan, menjadi salah satu alasan sebagian besar orang urban menikmati liburannya dengan berkegiatan di alam terbuka, seperti misalkan mendaki atau panjat tebing. 

Purwakata kini bisa menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatwan yang menginginkan wisata outdoor dengan berkegiatan di alam terbuka sambil menikmati keindangan alam. Gunung Parang salah satunya, 

Gunung Parang berlokasi di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Tempat ini berdekatan dengan Waduk Jatiluhur. Gunung Parang merupakan gunung batu andesit yang mempunyai titik kulminasi 963 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terdiri dari tiga puncak yang masing-masing memiliki perbedaan ketinggian. Medan vertikalnya seolah menantang para pemanjat (baik dari dalam maupun luar negeri) untuk turut merasakan rock climbing di Gunung Parang.

GUNUNG Palarang.*/DOK. DISBUDPAR KABUPATEN PURWAKARTA

Adalah Kampung Badega Gunung Parang yang didaulat menjadi perkampungan yang mengakomodir kebutuhan para pemanjat tebing, sekaligus menjadi akses untuk memulai pemanjatan. Kampung ini diresmikan pada 17 Desember 2013 oleh Kang Dedi Mulyadi, selaku bupati Purwakarta. Nama ‘Badega’ sendiri berarti ‘penjaga’. Karena ingin memperkenalkan konsep fun climbing untuk semua kalangan, kini Gunung Parang juga sudah dilengkapi dengan jalur via ferrata sebagai alternatif trekking +climbing. Keamanan tentu menjadi hal penting. Sling dan carabiner tetap dipersiapkan sebelum Sahabat Purwakarta memulai pemanjatan. Selain itu, Badega Parang yang berkonsep ‘Sunda’ juga diharapkan mampu menaikkan kembali kebudayaan Sunda.

GUNUNG Palarang.*/DOK. DISBUDPAR KABUPATEN PURWAKARTA

Kurang berminat dengan kegiatan panjat tebing? Jangan khawatir, Gunung Parang pun menawarkan jalur pendakian yang terbilang menantang. Meski tidak setinggi kebanyakan gunung di pulau Jawa, namun tingkat kesukaran pendakian Gunung Parang tidak bisa diremehkan. Sejak memasuki batas hutan, Sahabat Purwakarta akan terus menemui jalur bebatuan terjal. Tak jarang Sahabat Purwakarta harus merasakan lutut menempel dengan dada kala mendaki. Maka dari itu, bawalah air minum ekstra dan persiapkan fisik, alat-alat pendakian, juga mental sebaik mungkin.

Apakah pemandangannya sepadan dengan tingkat kesulitan pendakiannya? Tentu saja. Saat tiba di Puncak Gunung Parang, Sahabat Purwakarta akan disuguhi dengan pemandangan Waduk Jatiluhur, hamparan pegunungan, lampu-lampu kota, juga sawah-sawah yang luas menghijau. Jadi, siapkan tendamu, dan rasakan hangatnya secangkir persahabatan di tengah desau angin dan langit penuh gemintang Gunung Parang.***

Bagikan: