Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Festival Tjimanoek Masih Jadi Andalan

Gelar Gandarasa
PESERTA Festival Tjimanoek menunjukkan kemampuannya di Indramayu, Sabtu, 12 Oktober 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
PESERTA Festival Tjimanoek menunjukkan kemampuannya di Indramayu, Sabtu, 12 Oktober 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

RIBUAN orang tumpah ruah di jalan protokol Kabupaten Indramayu, Sabtu, 12 Oktober 2019. Tak ayal arus lalu lintas pun dialihkan dan membuat laju kendaraan menjadi tersendat. Namun kepadatan bukan disebabkan oleh adanya aksi unjuk rasa. Kepadatan itu merupakan tanda bahwa masyarakat Kabupaten Indramayu tengah bergembira menyaksikan festival Tjimanoek. 

Festival Tjimanoek memang merupakan andalan kegiatan yang ada di Indramayu setiap tahunnya. Kegiatan budaya itu dilaksanakan sebagai bagian dari puncak acara hari Jadi Kabupaten Indramayu. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ribuan orang mengikuti karnaval. Dilengkapi dengan beragan baju adat yang menawan, para peserta dengan bangga menunjukkan kesenian tari di hadapan orang banyak.

Tari-tari yang dibawakan kebanyakan bertemakan tokoh khas wilayahnya masing-masing. Seperti salah seorang tim yang membawakan tari Jaka Tarub. "Saya dengan teman-teman sudah berlatih seminggu ini. Alhamdulillah tadi tariannya lancar," ujar salah seorang peserta Istiqomah (18). Momen tersebut dijadikan sebagai ajang unjuk diri kemampuan terkait kebudayaan. Istiqomah nampak begitu bangga tampil di hadapan ribuan pasang mata.

Melihat aksi para penari, warga pun sontak menyemut di pinggir pagar pembatas. Hiburan gratis tersebut merupakan pelepas dahaga bagi warga Kabupaten Indramayu. "Saya sengaja bawa anak istri untuk lihat karnaval. Jarang-jarang ada tapi parkirnya susah," ungkap salah seorang warga Supono. Lewat karnaval itu, ia berharao bisa menghibur keluarganya tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. 

Bupati Indramayu Supendi mengatakan, fokus kesenian yang ditampilkan merupakan cerita legenda atau sejarah yang berkembang di wilayah masing-masing. Nilai-nilai historis itu coba diangkat ke dalam sebuah seni tari. "Tari yang menggambarkan histori daerah," ungkapnya.

Dengan konsep tersebut diharapkan khalayak umum bisa lebih mengenal lebih dalam tokoh cerita di daerahnya. "Di Indramayu sendiri ada Jaka Tarub, dan Pangeran Surya Negara," ucapnya. 

Untuk sementara ini, pemerintah daerah baru menyasar target wisatawan lokal saja. Ke depan, akan dikembangkan untuk menyasar wisatawan mancanegara. "Salah satu potensi yang bisa menarik wisatawan ke Indramayu yakni buah mangga," tuturnya.

Selain mempromosikan daerah, Festival Tjimanoek juga berguna untuk menjaga supaya warisan budaya leluhur tetap ada. Dengan begitu, anak cucu di masa yang akan datang masih bisa menikmati kesenian asli daerahnya masing-masing. 

Kepala Bidang Pemasaran Area 1 (Jawa) Kemenpar RI Wawan Gunawan mengapresiasi adanya Festival Tjimanoek. "Dan yang tidak kalah penting harus dikemas semenarik mungkin. Pada tahun depan Kabupaten Indramayu akan menampilkan konsep apa. Kalau ternyata sama seperti ini artinya tidak ada perubahan ," ungkapnya. Ke depan kata dia, Festival Tjimanoek bisa lebih besar lagi jika dikemas dengan baik. Wawan meminta, ke depan kegiatan tahunan itu bisa berkembang lebih baik lagi dan terus dievaluasi.***

Bagikan: