Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Dua Warga Ciamis Tewas di dalam Sumur Saat Kerja Bakti

Nurhandoko
TIM gabungan tengah mengevakuasi dua korban yang meninggal di dalam sumur Masjid Jamie Al Barkah, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Ciamis Sabtu, 12 Oktober 2019. Dua korban yakni Enceng Wawan dan Supriatnya tewas saat membersihkan sumur.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
TIM gabungan tengah mengevakuasi dua korban yang meninggal di dalam sumur Masjid Jamie Al Barkah, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Ciamis Sabtu, 12 Oktober 2019. Dua korban yakni Enceng Wawan dan Supriatnya tewas saat membersihkan sumur.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Dua orang tewas saat membersihkan sumur Masjid Al Barokah, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, Ciamis, Sabtu, 12 Oktober 2019, sekitar pukul 10.00 WIB. Dua korban yakni Enceng Wawan ( 48) dan Supriatna (42).  

Belum diketahui pasti penyebab kematian dua warga yang tengah gotong royong membersihkan lingkungan masjid berikut sumur yang memiliki kedalaman 10 meter dan kedalaman air 3 meter. Hanya saja berdasar penuturan warga, korban sempat berteriak kepanasan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan kejadiannya saat warga kerja bakti membersihkan lingkungan masjid, berikut sumurnya. Hal itu dilakukan menyusul keluhan warga yang mengatakan air sumur masjid mengeluarkan aroma tidak sedap.

“Untuk membersihkan, air sumur disedot dengan mesin pompa air. Sekitar satu jam dipompa, air surut , hanya saja selangnya tidak sampai ke dasar sumur,” tuturnya.

Agar dapat kembali menyedot air, lanjut Ani, Supriatna masuk ke dalam sumur dengan membawa mesin pompa dan selang. Selain itu juga bambu untuk menopang mesin pompa. Setelah selangnya kembali disambung, mesin pompa dihidupkan.

Pada saat itu korban Supriatnya yang ada di dalam sumur berteriak kepanasan. Melihat kondisi temannya, Wawan  yang ada di atas memberikan pertolongan dengan menurunkan tambang. Akan tetapi korban sudah kehilangan tenaga.  

“Wawan berniat membantu korban masuk kedalam sumur. Hanya sebentar Wawan juga terjatuh, keduanya tenggelam. Khawatir korban bertambah, warga lainnya tidak berani masuk ke dalam sumur. Mereka melapor kepada petugas, termasuk BPBD,” ungkap Ani.

Dia mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup lama, karena diameter sumur sempit. Setelah berupaya keras, lanjutnya kedua korban bergantian ditarik ke atas. “Kami belum bisa memastikan, apakah kedua korban meninggal akibat menghirup gas beracun atau sebab lain,” tuturnya.***

Bagikan: