Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Bupati Imron Buat Kejutan Politik, Setujui Cirebon Menjadi Dua Kabupaten

Agung Nugroho
PETA Kabupten Cirebon.*/BAPPEDA.CIREBONKAB.GO.ID
PETA Kabupten Cirebon.*/BAPPEDA.CIREBONKAB.GO.ID

SUMBER, (PR).- Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi memberi kejutan politik. Belum seratus hari sejak dilantik secara definitif sebagai Bupati setempat untuk periode 2019-2014, dia menyampaikan sikap politik yang menyetujui pemakaran daerahnya.

“Saya setuju. Kalau memang itu sebuah kebutuhan. Hanya memang harus ada pengkajian secara menyeluruh dan matang,”tuturnya, Jumat 11 Oktober 2019.

Pernyataan Imron menjadikan proses pemekaran Kabupaten Cirebon memasuki  babak baru. Jika selama ini, bupati-bupati sebelumnya terkesan enggan menyinggung soal pemekaran, Imron justru sebaliknya.

Tanpa beban, dia menyampaikan sikap politiknya. Dia bahkan akan mendukung proses selanjutnya dengan catatan jika hasil kajian memang mengharuskan daerah itu dibagi dua kabupaten.

“Apalagi, realitasnya dalam usulan Daerah Otonom Baru (DOB), Cirebon timur juga masuk kategori layak dan tercantum di RPJMD (Rencana Pembangunan angka Menengan Daerah) Jawa Barat,” tuturnya.

Meski begitu, Imron menegaskan, pemekaran jangan semata dilandasi oleh keinginan segelintir elit atau kepentingan politik sempit. Upaya itu harus dilandasi cita-cita mulia, yakni untuk memaksimalkan  pelayanan kepada masyarakat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan.

“Jangan sampai pemekaran hanya karena ambisi elit tertentu saja di wilayah yang mau dimekarkan. Prinsipnya semua harus demi kepentingan masyarakat luas. Silakan dikaji secara jernih dan matang di semua sektor, jika memungkinkan, lebih baik lebih cepat agar masyarakat bisa langsung menikmati mudahnya pelayanan dan pemerataan pembangunan,” tutur dia.

Logo Kabupaten Cirebon/DOK. PR

Tidak latah

Bupati Imron juga menekankan agar pemekaran itu tidak bersifat latah atau ikut-ikutan. Jangan sampai, karena kajiannya tidak matang, ketika dipaksakan justru akan kontra produktif  terhadap kepentingan rakyat.

“Saya percaya, perjuangan pemekaran selama ini didorong oleh niat mulia. Karena itu, supaya niat dan tujuan itu sampai, harus lewat kajian dan mengikuti prosedur yang ada. Seluruh tahapan mesti ditempuh,” tutur dia.

Salah satu aktivis pemekaran Cirebon, Qoribullah mengaku gembira dengan adanya sikap politik bupati yang menyetujui pemekaran. Hal itu merupakan pertanda baik, tinggal sekarang niat itu harus dibuktikan dan diwujudkan bersama sesuai dengan kapasitas masing-masing.

“Ini perjuangan yang telah belasan tahun. Dari tahun 2005, usulan pemekaran sudah diperjuangkan. Hanya kurang memperoleh respons positif apalagi serius. Sekarang, setelah ada sikap politik langsung dari bupati, ini akan membuka jalan kearah percepatan realisasi,” tutur dia.

Qorib akan merespon sikap Bupati Imron dengan konsolidasi di tingkat bawah antar sesama aktifis pemekaran.  Dengan perjuangan bersama, nantinya akan saling mendukung dan meminta partisipasi aktif dari Bupati Imron.

“Kita akan konsolidasi ke bawah dan ke atas. Ini perjuangan yang sudah cukup lama. Mudah-mudahan ini menjadi pintu gerbang bagi realisasi pemekaran. Kami akan minta dukungan ke seluruh lembaga sesuai dengan mekanisme dan aturan, seperti DPRD dan bupati,” tuturnya.

Kabupaten Cirebon, sampai sekarang terdiri dari 40 kecamatan. Bila nantinya dimekarkan menjadi Cirebon Barat dan Cirebon Timur, dari 40 kecamatan itu, kemungkinan akan dibagi dua sesuai dengan rentang geografis dengan pembagian ideal masing-masing 20 kecamatan.***
 

Bagikan: