Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Bayi Merah yang Dibuang di Selokan Area Proyek Tol Cisumdawu itu Ditemukan oleh Kakeknya Sendiri

Adang Jukardi
PASANGAN kekasih ditangkap anggota Satreskrim Polres Sumedang setelah tersangka perempuan, YY (18) membuang bayinya setelah dilahirkan di kamar mandi, Kamis, 10 Oktober 2019.*/ADANG JUKARDI/PR
PASANGAN kekasih ditangkap anggota Satreskrim Polres Sumedang setelah tersangka perempuan, YY (18) membuang bayinya setelah dilahirkan di kamar mandi, Kamis, 10 Oktober 2019.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Bayi dibuang oleh ibunya, ditemukan oleh kakeknya sendiri. Begitu lah kasus pembuangan bayi yang menggemparkan warga Dusun Cibawang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong yang terjadi pada Kamis, 10 Oktober 2019.

Kejadiannya berawal sekira pukul 07.00 ketika Ny. Yeti  (47) sedang mengepel lantai rumahnya di Dusun Cibawang, Desa Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong, kedatangan kerabatnya yakni  Ny. Eruk (60). Ny. Eruk memberitahukan bahwa ia menemukan bekas darah di kamar mandi rumah Ny. Yeti. 

Mendengar informasi itu, Yeti memberitahukan kembali kepada suaminya Tata Wihana (53). Spontan,Tata pun langsung mengeceknya. Saat dicek, Tata menemukan ada bekas darah di pinggir tembok kolam miliknya.

Setelah ditelusuri bekas darah tersebut, Tata kaget ketika menemukan bayi laki-laki yang masih hidup. Bayi yang masih merah itu, ditemukan di selokan kering pinggir projek tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) sekira 30 meter dari rumahnya.

Bayi itu terbungkus daun pisang. Penemuan bayi tersebut, langsung dilaporkan kepada ketua RW setempat. Bahkan kejadian itu, sontak menghebohkan warga sekitar hingga akhirnya dilaporkan kepada Polsek Rancakalong hingga Polres Sumedang.

Karena bayinya masih hidup, langsung dibawa ke Puskesmas Rancakalong untuk diperiksa kesehatannya. Berdasarkan hasil pemerikasaan bidan, bayi laki-laki itu mengalami aspiksi atau gangguan sesak sehingga sewaktu lahir tidak menangis. Usia bayi diperkirakan kurang lebih dua jam dan tali pusarnya sudah lepas. Untuk perawatan lebih lanjut, bayi hasil hubungan gelap tersebut dibawa ke RSUD Sumedang.

Berbekal laporan dari masyarakat terkait kasus pembuangan bayi, Satreskrim Polres Sumedang langsung melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah melakukan olah TKP hingga mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan (pulbaket), akhirnya Satreskrim Polres Sumedang berhasil menangkap pelakunya yakni YY (18). Ternyata, YY anak kandung Tata Wihana yang menemukan bayi tersebut yang juga  cucunya sendiri.

“Jadi, bayi tersebut ditemukan oleh kakeknya sendiri,” ujar Kapolres Sumedang  AKBP  Hartoyo melalui Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Niki Ramdhany pada ekspose di halaman Mapolres Sumedang, Jumat, 11 Oktober 2019.

Tata tak menyangka sedikitpun, bayi tersebut cucunya sendiri. Ini karena ia tak mengetahui bahwa anaknya YY sedang mengandung. Bahkan disaat usia kehamilannya 9 bulan, perut YY tidak kelihatan bunting. Sehingga, orang tua dan kerabatnya sendiri tidak ada yang menyangka YY hamil. Apalagi sampai melahirkan bayi. “Saat usia kehamilan 9 bulan juga, perut YY tidak kelihatan besar. Tetap saja kecil seperti orang yang tidak hamil,” tuturnya

Lebih jauh Niki menjelaskan, dari keterangan pelaku, pembuangan bayi tersebut, bermula ketika YY akan buang air besar, dari alat kelaminnya mengeluarkan flek darah. Saat itu, YY merasakan seperti ada yang mau keluar dari alat kelaminnya. Lalu, YY keluar rumah dan berjalan mendekati kolam di dekat rumahnya. Saat itu pelaku  duduk di dekat kolam dengan posisi kaki setengah menyilang. Tak berselang lama, YY pun melahirkan seorang bayi laki-laki.

Bayinya digendong dengan tangan kanan lalu dibungkusnya dengan  dua helai daun pisang. Setelah itu, pelaku tega menyimpannya di selokan di area projek tol Cisumdawu yang berjarak sekira 30 meter dari rumahnya. Bayi tersebut hasil hubungan gelap YY dengan kekasihnya AO (17) warga Dusun Gamlung, Desa/Kec. Pamulihan yang masih berstatus sebagai pelajar. AO pun ditangkap oleh polisi bersama YY Kamis malam lalu.

“Pelaku menelantarkan bayinya karena takut ketahuan orang tuanya. Padahal, AO sebagai kekasihnya akan bertanggung jawab menikahinya. Namun, karena YY takut oleh orang tuanya sehingga menelantarkan bayinya dengan menyimpannya di selokan tol Cisumdawu,” tuturnya.

Untuk penanganan AO, kata Niki, Satreskrim akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan dari pelaku. Terlebih dari keterangan sementara, AO sudah meminta YY untuk memberitahukan kehamilannya kepada keluarganya. Namun, karena YY takut terhadap orang tuanya sehingga menyembunyikan kehamilannya hingga akhirnya tega membuang bayinya. “Untuk pelaku AO sendiri, kami masih harus menyelidiki dan menelusuri lebih jauh,” ucap Niki.

Ia menambahkan, perbuatan pelaku dijerat pasal 308 KUHP dan  Undang-Undang  Perlindungan Anak pasal 76 b dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.***

Bagikan: