Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Ribuan Warga Cianjur Selatan Mengharapkan Aliran Listrik PLN

Shofira Hanan
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

CIANJUR, (PR).- Ribuan orang di Kampung Nagrak, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul tidak benar-benar bisa menikmati aliran listrik. Hal itu dikarenakan, masyarakat selama ini hanya mengandalkan listrik yang dihasilkan turbin air Sungai Cidaun yang bahkan saat ini debitnya terus menyusut.

”Warga memang belum tersentuh listrik dari PLN sejak puluhan tahun lalu. Dulu ada listrik tapi tidak permanen, soalnya pakai aki dan genset. Sampai akhirnya sekarang pakai turbin,” ujar salah seorang warga, Jajang Sugiarto (40), Jumat, 11 Oktober 2019.

Ia mengatakan, hal itu bisa jadi dikarenakan kampung penghasil gula aren dan kerajinan seperti sapu itu lokasinya sangat jauh. Menurut dia, lokasi yang berada di perbukitan Gunung Gayem membuat jaringan listrik PLN sulit masuk.

Oleh karena itu, ia mengharapkan pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk bisa segera memberikan bantuan. Setidaknya dengan memberikan pasokan listrik PLN, sebagai bentuk realisasi adanya pemerataan listrik yang dianggap layak didapatkan masyarakat. "Ini sudah tahun 2019, era digital juga. Aneh saja kalau aliran listrik PLN belum sampai ke sini. Hingga saat ini masyarakat sangat membutuhkan listrik untuk bisa terus beraktivitas. Jadi, program Jabar Terang itu sebetulnya belum dinikmati semua orang,” ucapnya.

Diharapkan, majunya kondisi infrastruktur wilayah tersebut dalam menopang roda perekonomian dapat dibarengi dengan ketersediaan listrik yang memadai.

Sementara itu Kepala Desa Sapaat Suanda menyebutkan, sejak dulu Kampung Nagrak memang belum mendapat pasokan listrik dari PLN. Maka dari itu, warga berinisiatif membangun turbin air untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Warga bangun turbin secara swadaya. Sekarang sudah kurang berfungsi maksimal karena sedang kemarau," ujar dia.

Sapaat berharap agar pemerintah maupun PLN bisa ikut memikirkan agar kampung tersebut bisa mendapat pasokan listrik. Sejauh ini jaringannya sudah ada di Kampung Ciparay yang notabene cukup berdekatan. Jaraknya hanya sekitar 7 kilometer dari Kampung Ciparay ke Kampung Nagrak.

Menurut Sapaat, kondisi itu menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan pemerintah. Pasalnya, ketiadaan listrik PLN sedikit banyak membuat warga di kampung yang teletak di selatan Cianjur itu tertinggal baik dari aspek informasi dan lainnya.

”Pemerintah desa sendiri sudah berupaya semaksimal mungkin mengajukan permohonan terkait listrik baik melalui pengajuan proposal ke kabupaten, provinsi, pusat, bahkan ke pihak PLN. Tapi, sampai sekarang belum juga ada tanggapan,” kata dia.

Petugas PLN kabarnya sempat datang ke lokasi, hanya saja tidak ada kelanjutan kabar yang diperoleh dari kedatangan tersebut. Padahal, jika diteruskan mungkin jaringan lanjutan dapat diperoleh dari kampung sebelah yang jaraknya tidak begitu jauh.

Besar harapan, pemerintah menaruh perhatian lebih terhadap kebutuhan masyarakat. Apalagi, listrik sedikit banyak dapat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian masyarakat yang mayoritas menjadi pengrajin.***

Bagikan: