Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Proyek Jalur Rel Ganda, Pemkot Bogor Minta Batas Pengosongan Rumah Terdampak Diperpanjang

Windiyati Retno Sumardiyani
SEJUMLAH warga duduk di rel tunggal kereta api di kawasan Batu Tulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 September 2019 lalu. Berdasarkan data dari Pemkot Bogor, pembangunan proyek jalur ganda rel kereta api Bogor Sukabumi yang akan terkoneksi hingga ke Bandung akan dimulai tahun 2020 mendatang, dan sebanyak 1.637 bangunan permukiman pinggir rel akan digusur.*/ANTARA
SEJUMLAH warga duduk di rel tunggal kereta api di kawasan Batu Tulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 12 September 2019 lalu. Berdasarkan data dari Pemkot Bogor, pembangunan proyek jalur ganda rel kereta api Bogor Sukabumi yang akan terkoneksi hingga ke Bandung akan dimulai tahun 2020 mendatang, dan sebanyak 1.637 bangunan permukiman pinggir rel akan digusur.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Pemerintah Kota Bogor meminta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memberikan toleransi batas waktu pengosongan rumah terdampak proyek jalur rel ganda di Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor juga berharap nilai kerahiman bisa segera dipastikan agar warga bisa segera menyusun rencana untuk melanjutkan hidup.

Permintaan tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya saat beraudiensi dengan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan di Kantor Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub pada Kamis, 10 Oktober 2019.

“Ada tiga hal harapan warga Kota Bogor yang terdampak proyek pembangunan double track jalur Bogor-Sukabumi, yakni nilai kerahiman bagi warga terdampak, toleransi batas waktu pengosongan, dan titik relokasi yang kami siapkan,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, Jumat, 11 Oktober 2019.

Bima mengatakan, nilai kerahiman dan waktu batas toleransi pengosongan menjadi hal perlu diketahui ribuan warga terdampak. Dalam sosialisasi tahap awal,  batas toleransi pengosongan  rumah warga adalah 7 hari pasca warga menerima uang kerahiman. Sementara sesuai jadwal, penertiban dan pembongkaran rumah dilakukan pada akhir Desember 2019 ini.

“Pada intinya warga Kota Bogor mendukung rencana proyek pembangunan double track ini. Mereka sadar telah menempati yang bukan haknya, tetapi warga ingin mengetahui pertimbangan dan nilai kerahiman yang akan mereka terima, sehingga tidak kebingungan nanti mau ke mana,” kata Bima.

Sejauh ini, Pemerintah Kota Bogor juga sudah mempersiapkan lokasi relokasi bagi ribuan warga terdampak proyek jalur rel ganda tersebut. Bima merinci, ada 1.812 bidang tanah di Kecamatan Bogor Selatan dan 134 bidang tanah di Bogor Tengah yang akan disiapkan. Kawasan itu diperkirakan dapat menampung kurang lebih 3000 ribu jiwa warga.

“Lahan sudah kami siapkan, tetapi perlu koordinasi  lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait untuk membangunnya,” kata Bima.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga menjelaskan tentang program transportasi di Kota Bogor, salah satunya masuknya LRT hingga trem. Bima berharap keberadaan jalur rel ganda Bogor-Sukabumi, yang rencananya akan tersambung hingga ke Bandung  menambah kemudahan pilihan transportasi bagi masyarakat Kota Bogor.

Persimpangan

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bogor Agus Suprapto yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, keberadaan jalur rel ganda diprediksi akan menambah kemacetan di sejumlah persimpangan rel di Kota Bogor. Pasalnya, jalur rel akan semakin sering digunakan. Oleh karena itu,  Agus berharap Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api bisa memberi penanganan khusus pada persimpangan kereta api terutama di tiga persimpangan yakni  Jalan Kapten Muslihat, Empang BTM, dan Batutulis.

“Ini PR yang cukup berat, dari 10 simpang yang ada, ketiga simpang kereta itu perlu prioritas mengingat kondisi saat ini saja dampak kemacetannya cukup tinggi. Apalagi jika sudah ada double track,” kata Agus.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Restyawan mengatakan, Kemenhub  akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan instansi lintas sektoral untuk membahas permasalahan terkait  jalur rel ganda Bogor-Sukabumi.

Mengenai rencana operasional trem di Kota Bogor,  Danto menyebut PT INka sudah bersurat ke Kemenhub.  Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api berharap ada integrasi terpadu antara LRT, trem, dan juga kereta api Bogor-Sukabumi agar  akses transportasi menjadi semakin mudah.

“Nanti kami akan bahas lebih lanjut, mulai dari kerahiman, batas waktu pengosongan sampai titik relokasi.  Untuk soal lintasan, Pemkot bisa kirim surat ke Kementerian,” ujar Danto.***

Bagikan: