Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Narkoba dan Handphone Diselundupkan ke Lapas Purwakarta dengan Cara Dilemparkan

Hilmi Abdul Halim
KALAPAS Purwakarta Suprapto menunjukkan barang bukti telepon seluler yang disita dari warga binaan sebelum dimusnahkan, Jumat, 11 Oktober 2019. Petugas seringkali mendapati barang-barang seperti telefon seluler dan narkoba dilemparkan untuk warga binaan dari luar lapas.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
KALAPAS Purwakarta Suprapto menunjukkan barang bukti telepon seluler yang disita dari warga binaan sebelum dimusnahkan, Jumat, 11 Oktober 2019. Petugas seringkali mendapati barang-barang seperti telefon seluler dan narkoba dilemparkan untuk warga binaan dari luar lapas.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Pengelola Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Purwakarta kesulitan menghentikan penyelundupan benda-benda terlarang ke dalam Lapas. Dari narkoba hingga telepon seluler kerap masuk dengan cara dilemparkan seseorang dari luar kawasan Lapas.

Kepala Lapas Purwakarta Suprapto memastikan jajarannya telah melakukan pengawasan secara maksimal di pintu masuk. "Tapi Lapas ini ada di pusat kota dan tidak jarang kami temukan pelemparan secara langsung," katanya, Jumat, 11 Oktober 2019. 

Dari penggeledahan yang dilakukan selama Februari-September 2019, petugas mendapatkan puluhan unit telepon seluler dari para warga binaan. Petugas juga menyita barang-barang lain yang dilarang seperti sendok, gunting dan pisau lipat.

Benda-benda tersebut dimusnahkan bersamaan dengan kegiatan tes urine yang diikuti seluruh pegawai Lapas Purwakarta. Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Dharma Karyadhika ke-74 tahun ini.

Ditemukannya barang-barang tersebut menunjukkan pengamanan di Lapas Purwakarta masih memiliki celah untuk menyelundupkan barang terlarang. Suprapto berdalih, jumlah personel pengamanan Lapas tidak sebanding dengan jumlah warga binaan yang melebihi kapasitas.

"Jumlah keseluruhan pegawai itu 81 orang, 60 persen di antaranya petugas pengamanan. Secara logika, satu orang penjaga menangani 50 orang warga binaan," kata Suprapto. Ia menyebutkan kapasitas Lapas hanya menampung 250 orang tapi kenyataannya mencapai 500 orang lebih.

Karena itu, Suprapto mengakui jumlah personel pengamanan di dalam Lapas belum ideal. Sehingga, selama ini ia pun kesulitan untuk menangkap pelaku penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas.

Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia

Upaya yang dilakukan saat ini hanyalah dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang ada. "Yang terpenting barangnya bisa ditemukan sebelum diambil warga binaan," kata Suprapto menegaskan.

KALAPAS Purwakarta Suprapto menunjukkan barang bukti telepon seluler yang disita dari warga binaan sebelum dimusnahkan, Jumat, 11 Oktober 2019. Petugas seringkali mendapati barang-barang seperti telefon seluler dan narkoba dilemparkan untuk warga binaan dari luar lapas.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Upaya serupa juga dilakukan melalui tes urin yang diikuti seluruh pegawai Lapas Purwakarta. Menurut Suprapto, pegawai Lapas yang terbukti menggunakan narkoba bisa dicurigai menjadi oknum penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Heri Nurcahyo menegaskan komitmennya bersama Kalapas Purwakarta. Mereka menyatakan akan menindak tegas oknum penjaga Lapas yang terbukti menyelundupkan barang terlarang.

"Pelemparan ke dalam Lapas sudah terjadi beberapa kali. Seingat saya ada dua kali sabu dan satu kali tembakau gorila. Telepon seluler juga jangan sampai masuk karena bisa digunakan untuk pengedaran narkotika," tutur Heri saat dihubungi, Jumat, 11 Oktober 2019.***

Bagikan: