Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Hubungan Asmara Putus, Seorang Pemuda Sebarkan Video Mesum Mantan Pacarnya

Tati Purnawati
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA

MAJALENGKA,(PR).- Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka menangkap terduga pelaku tindak pidana penyebaran video tanpa busana melalui media sosial (medsos) DS, warga Desa Ciranca, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.

Dari tangan tersangka penyidik mengamankan barang bukti berupa handphone, satu buah smartwatch, sim card dan satu buah memori card

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan, tersangka pelaku yang masih belum menikah ini  diduga menjadi penyebar vidio tanpa busana mantan pacarnya berinisial IDN melalui media sosial Facebook dan Wats App setelah jalinan asmaranya kandas.

"Korbannya sendiri warga Desa Banyusari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka," ungkap Kapolres, Kamis 10 Oktober 2019.

Disampaikan Kapolres, hal itu terjadi sekitar bulan Juli 2019, tersangka meminta sebuah video tanpa busana kepada korban dengan cara mengancam. Jika korban menolak untuk membuat video tanpa busana tersebut akan mendapat serangan fisik. Korban yang ketakutan akhirnya menuruti kemauan tersangka.
 
Belakangan tersangka diputuskan oleh korban. Namun tersangka terus menolak dan ingin kembali menjadi pacarnya. Ancaman kembali disampaikan jika memutuskan jalinan kasih, tersangka akan menyebarluaskan beberapa foto korban di media sosial Facebook.

Ancamannya kemudian terbukti dengan menyebarkan vidio itu melalui Facebook milik korban. Begitu terjadi IDN langsung mengganti kata sandi FB miliknya dengan kata sandi baru.

Namun korban kaget ketika awal September 2019, diberitahu oleh Dikcy tetangganya yang menyebutkan bahwa video korban  tanpa busana tersebar luas di media sosial Facebook. Akhirnya korban melaporkan ke kepolisian.

"Kini pelaku bersama barang bukti berupa satu buah Handphone, satu buah smartwatch, sim card dan satu buah memori card sudah kami amankan di Mapolres Majalengka," ungkap Mariyono.

Akibat perbuatannya, kapolres menegaskan, tersangka akan dijerat pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik. Sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dangan ancaman hukuman 6 tahun penjara. ***

Bagikan: