Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Berwisata Sampai Nyasar di Hegarmukti

Tommi Andryandy
WARGA menikmati suasana sore sambil mancing di Rawa Binong Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Kamis, 10 Oktober 2019. Berlabel desa wisata, Hegarmukti diajukan menjadi yang terbaik di Indonesia.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
WARGA menikmati suasana sore sambil mancing di Rawa Binong Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Kamis, 10 Oktober 2019. Berlabel desa wisata, Hegarmukti diajukan menjadi yang terbaik di Indonesia.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

TERSESAT atau nyasar di masa kini sepertinya bakal sulit dialami. Kemajuan teknologi membuat kita diberi kemudahan mengakses lokasi melalui serangkaian aplikasi peta elektronik pada telepon genggam.

Namun, jika aplikasi itu dibuat untuk menghindari kita lupa posisi, lain halnya dengan yang dilakukan warga Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Nyasar justru menjadi rekreasi yang ditawarkan di desa wisata ini.

Berlokasi di ibu kota Kabupaten Bekasi, Desa Hegarmukti berada tepat di samping gerbang tol Cikarang Pusat, Deltamas. Di lokasi tersebut terdapat danau seluas 11,6 hektar yang menjadi jantung dari wisata yang dikembangkan oleh badan usaha milik desa ini.

Tanpa ada bantuan langsung dari anggaran pedapatan dan belanja daerah maupun pusat, danau bernama Rawa ini Binong berhasil dikembangkan. Warung jajanan yang berdiri di sekitar danau, meski semi permanen, menjadi tanda sektor wisata telah menghidupkan perekonomian warga sekitar.

 “Ide wisata ini sudah dimulai sejak tiga tahun lalu, pada pemerintahan desa sebelumnya. Maka dibangun rumah singgah, aksesnya dan segala hal pendukungnya. Sampai kini, penyempurnaan terus dilakukan,” kata Kepala Desa Hegarmukti, Ajo Suparjo kepada Pikiran Rakyat, Kamis, 10 Oktober 2019.

Penyempurnaan itu bahkan kini telah memasuki fase keseriusan untuk mengembangkan potensi wisata yang ada. Keseriusan itu diwujudkan dengan dibuatnya paket wisata komplit untuk satu hari wisata atau pun bermalam. Keduanya menawarkan wisata nyasar.

“Nyasar ini dalam artian mengikuti arus air. Jika di bagian depan arusnya lambat, semakin ke dalam, semakin deras,” kata Kepala Badan Usaha Milik Desa Hegarmukti, Doni Ardon.

PARA remaja mengendari sepeda air di Rawa Binong Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Kamis, 10 Oktober 2019. Berlabel desa wisata, Hegarmukti diajukan menjadi yang terbaik di Indonesia.*/TOMMY ANDRYANDY/PR

Dalam paket wisata yang disiapkan, pengunjung akan diajak berwisata air, baik menggunakan sepeda air berbentuk naga dan paus atau perahu motor. Di awal perjalanan, pengunjung dapat mengitari danau bagian muka. Selanjutnya, pengunjung akan dibawa ke sisi paling selatan, mengarah ke hutan.

Di lokasi ini arus air lebih kuat. Sehingga, tanpa dikayuh, sepeda air maupun perahu akan dibuat terombang-ambing di tengah danau hingga masuk ke hutan. “Pada posisi terombang-ambing ini, kami buat pengunjung seakan-akan nyasar,” ucap Doni.

Pada rute ini, pengunjung masuk ke hutan dan berjalan-jalan di dalamnnya. Terdapat sumur di dalam hutan yang sengaja dibuat untuk membuat situasi agak menyeramkan. “Bagi yang senang cerita mistis tentu akan senang ke sumur itu, tapi yang takut mah takut aja. Cuma memang kalau takut kami langsung alihkan ke tempat lain yaitu ada warung di tengah danau dan hutan,” ucap dia.

Warung tersebut sengaja dibuat sebagai check point bagi pengunjung yang lelah terombang-ambing arus danau hingga berjalan di tengah hutan. “Perjalanan ini bisa sampai sore. Kalau yang paket sehari itu selesai sampai di sini. Tapi yang menginap, bisa menikmati matahari tenggelam dan paginya matahari terbit di sekitar danau,” ucap Doni.

Terjangkau

Paket wisata ini terbilang murah yakni Rp 1,2 juta untuk yang menginap dan Rp 600.000 untuk berwisata sehari. Harga tersebut dihitung untuk satu kelompok, maksimal lima orang.

Terdapat rumah panggung berukuran besar yang bisa digunakan untuk para pengunjung bermalam. Rumah yang dinamakan bale Panyendangan yang berarti rumah singgah dapat memuat hingga 10-15 orang. Selain itu, terdapat sembilan rumah singgah lainnya milik warga yang bisa digunakan untuk wisatawan beristirahat.

WARGA menikmati suasana sore sambil mancing di Rawa Binong Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, Kamis, 10 Oktober 2019. Berlabel desa wisata, Hegarmukti diajukan menjadi yang terbaik di Indonesia.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Tidak hanya nuansa alam yang disuguhkan, wisata budaya pun turut diangkat di Desa Hegarmukti ini. Memasuki semester kedua pada tiap tahunnya selalu digelar Festival Budaya Rawa Binong. Dalam beberapa kali penyelenggaraan, kegiatan ini mampu menyedot sejumlah animo warga.

“Karena bagaimana pun juga, kebudayaan asli daerah tetap menjadi kebanggaan bagi kami. Sedangkan bagi pengunjung itu menjadi daya tarik tersendiri. Maka potensi budaya dan alam ini yang kami tawarkan di desa wisata,” ucapnya.

Jumlah pengunjung terus meningkat

Berdasarkan hasil pencatatan Kelompok Sadar Wisata Rawa Binong, kata Doni, jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir. Sedikitnya 16.800 wisatawan domestik dan 3.360 wisatawan asing mengunjungi Rawa Binong sepanjang tahun 2017.

Namun, ingar bingar Pilkades Serentak 2018 justru membuat jumlah wisatawan menurun yakni 10.080 wisatawan domsetik dan 1.680 wisatawan asing. Kendati begitu, tahun ini jumlah pengunjung meningkat signifikan hingga mencapai 18.480 wisatawan domsetik dan 5.040 wisatawan asing.

Banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja di kawasan industri membuat kunjungan wisatawan asing terbilang tinggi di Kabupaten Bekasi. “Bahkan mungkin jika menggunakan sistem tiket, jumlahnya sebenarnya lebih banyak,” ucap dia.

Desa Terbaik

Atas potensi wisata yang ada, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajukan Desa Hegarmukti masuk dalam Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Saat ini, Hegarmukti masuk dalam 28 desa wisata terbaik se-Indonesia.

”Masuknya Desa Hegarmukti 28 besar desa pariwisata tingkat nasional sudah sangat positif. Setelah ini kami juga akan meningkatkan pengembangan dan pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat. Sesuai arahan bupati, targetnya masuk tiga besar terbaik atau bahkan yang terbaik,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Pemkab Bekasi, Ida Farida.

Potensi menjadikan Desa Hegarmukti menjadi yang terbaik, kata Ida, begitu besar. Itu terlihat dari sudah terbentuknya warga sekitar akan pentingnya pariwisata.

”Kepedulian masyarakat dan peran aktif masyarakat sekitar sudah sangat positif, bahkan setiap tahun upacara adat sedekah bumi selalu dilaksanakan. Ini menjadi modal yang bagus untuk terus dikembangkan,” katanya.

Kepala Sub Bidang Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian PDDT, Iwan Y Budi menuturkan, Desa Hegarmukti sudah memenuhi kategori penilaian desa pariwisata sebagai tempat liburan masyarakat.

Namun disisi lain, kata Iwan masih perlu ada perbaikan administrasi serta pencatatan pengelolaan tempat wisata. Sehingga adanya destinasi pariwisata selain dapat memberikan ruang publik untuk masyarakat serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Iwan mengatakan, kondisi destinasi desa pariwisata jangan disamakan dengan destinasi pariwisata besar seperti yang ada di Ancol DKI Jakarta. “Melainkan destinasi kemasyarakatan. Kalau tingkat desa objek wisatanya sudah menarik dan dapat menarik masyarakat untuk berkunjung dan menumbuhkan perekonomian rakyat,” ucapnya.

Saat ini, Desa Hegarmukti tengah bersaing dengan 28 desa lainnya seluruh Indonesia untuk menjadi yang terbaik. “Ada yang di Sumatera, Sulawesi dan ada juga yang di Sukabumi,” ucapnya.

Kendati bersaing ketat, Desa Hegarmukti dengan mengandalkan Rawa Binong memiliki keunggulan dari sisi akses. Karena berada di ibu kota daerah, akses menuju Rawa Binong relatif mudah meski sulit menemukan papan petunjuk jalan.

Menuju lokasi ini, baik dari pintu tol Cikarang Pusat maupun dari arah pusat Kota Cikarang, pengunjung dapat melintasi Jalan Tegal Danas hingga menemukan gapura milik Asrama Brimob Batalyon D Pelopor.

Masuk kemudian mengikuti jalan, pengunjung akan disuguhkan dengan cahaya hasil pantulan air danau. Tidak ada tiket masuk, pengunjung bisa keluar masuk, berapa kali pun dia mau mencoba untuk tersesat.***

Bagikan: