Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Sebanyak 18 Pengungsi dari Wamena Papua Tiba di Garut

Tim Pikiran Rakyat
PARA pengungsi dari Papua saat tiba di kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Rabu, 9 Oktober 2019, malam.*/AGUS SOMANTRI/KP
PARA pengungsi dari Papua saat tiba di kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kabupaten Garut, Rabu, 9 Oktober 2019, malam.*/AGUS SOMANTRI/KP

SEBANYAK 18 orang warga asal Kabupaten Garut yang sempat menjadi pengungsi di Papua, kembali ke kampung halamannya di Garut. Mereka tiba di kantor Bupati Garut pada Rabu, 9 Oktober 2019, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kedatangan para pengungsi tersebut disambut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah, Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Erwin Agung, dan Sekretaris Daerah Garut, Deni Suherlan. Rasa bahagia tergambar dari wajah para warga yang sempat menjadi penduduk di Papua itu.

Ade Toto (60), salah satunya. Warga asal Kampung Jungsereh, Desa Cintadamai,Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, itu menyatakan bersyukur sudah tiba di Garut dengan selamat. Ia pun mengaku senang karena dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

"Cukup lelah juga setelah hampir dua minggu berada di pengungsian. Sekarang, saya ingin cepat pulang ke rumah, sudah kangen berkumpul dengan keluarga. Apalagi mereka khawatir setelah tahu kondisi di Papua," ujarnya, seperti dilaporkan Agus Somantri dari Kabar Priangan.

Ade menyatakan, sejak tahun 2000, ia merantau ke Papua. Menurutnya, warga Wamena sebenarnya sangat baik kepada pendatang dan selama ini hidup rukun berdampingan. Namun, karena ulah segelintir oknum, akhirnya warga pendatang pun menjadi sasaran.  

"Selama ini, saya selalu bolak-balik ke sana (Wamena) karena memang saya usaha di sana. Bahkan, baru dua bulan lalu saya berangkat lagi ke Papua. Mungkin sudah jalannya harus pulang dulu," ucapnya.

Diakui Ade, meski sempat mengalami trauma akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, ia tetap berniat kembali lagi ke Papua. Namun, tentu saja itu dilakukan jika keadaan sudah benar-benar aman.

"Saya bersama lima ponakan berjualan wallpaper keliling di sana. Tapi semuanya sekarang ikut pulang. Mungkin mau istirahat dulu di rumah sambil menunggu keadaannya normal kembali," katanya.

WAKIL Bupati Garut, Helmi Budiman, bersama Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansah, dan Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Erwin Agung, berbincang-bincang dengan warga Garut yang baru tiba dari Papua di Aula Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Rabu, 9 Oktober 2019.*/AGUS SOMANTRI/KP

Pemkab Garut akan berikan trauma healing

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, para pengungsi itu banyak yang mengalami trauma. Pihaknya pun akan memberikan penanganan trauma kepada 18 warga Garut yang baru tiba dari Papua itu.

"Raut mukanya ada gambaran-gambaran kesedihan. Makanya, kita akan siapkan tim untuk tangani itu (trauma)," ucapnya.

Menurut Helmi, warga Garut yang merantau ke Papua itu menjalani berbagai macam profesi. Ada yang menjadi pedagang, buka bengkel las, bekerja di bidang bangunan, dan yang lainnya.

Kedelapan belas warga itu, kata dia, berasal dari lima kecamatan di Kabupaten Garut. Setelah diperiksa kesehatan, mereka akan diantar pulang oleh para camat.

Helmi menambahkan, kepulangan warga Garut ini tentunya akan membuat keluarga mereka menjadi tenang. Pasalnya, selama dua minggu ini, banyak dari keluarga mereka yang khawatir karena kondisi yang terjadi di Papua.

Mengenai jumlah warga Garut yang merantau ke Papua, ia menyatakan, belum mengetahui secara pasti. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pastinya.***

Bagikan: