Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Permukiman Dilanda Krisis Air Bersih Terus Bertambah

Nuryaman
ILUSTRASI.*/ANTARA
ILUSTRASI.*/ANTARA

KUNINGAN, (PR).- Jumlah permukiman penduduk dilanda krisis air bersih akibat kemarau di Kabupaten Kuningan dalam sebulan terakhir terus bertambah. Sementara hujan yang didambakan bisa menyuburkan kembali sumber-sumber air bersih permukiman warga, hingga saat ini tak kunjung tiba.

Berdasarkan laporan yang masuk dan terdata serta mendapat penanganan darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, jumlah permukiman penduduk dilanda kriis air bersih Agustus hingga akhir September 2019 sebanyak tujuh dusun, di empat desa di dua wilayah kecamatan. Seiring kemarau yang masih berlangsung, jumlah permukiman penduduk dilanda masalah tersebut di bulan Oktober ini telah berkembang menjadi 19 dusun tersebar di 11 desa di 6 wilayah kecamatan.

Kepala Seksi Kedarauratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kuningan Ayip Sutrisno, menyebutkan jumah permukiman tersebut terdata atas dasar laporan dari pemerintah desa dan kecamatan setempat disertai hasil asesnment (penilaian) BPBD Kuningan. Ayip didampingi stafnya Yayat Sudrajat, Kamis, 10 Oktober 2019, kepada “PR” menyatakan 19 dusun dilanda krisis air bersih itu semuanya sudah mendapat penanganan darurat.

“Bentuk penanggulangan darurat yang kami lakukan sementara ini  berupa bantuan distribusi air bersih,” ujar Yayat Sudrajat.

Selain itu, tutur anggota Pusdaolops PB BPBD Kuningan Avo Juhartono menambahkan, terdapat tiga dusun di dua desa di antaranya ditangani dengan pembuatan sumur gali difailitasi mesin pompa air karena di dusun bersangkutan masih ada sumber air bawah tanah cukup subur dan bisa terjangkau dengan pembuatan sumur gali. “Tiga dusun yang ditangani dengan pembuatan sumur gali difasilitasi mesin pompa air itu, Dusun Sukahurip di Desa Simpayjaya, Kecamatan Karangkancana, dan dua dusun di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum,” ujar Avo Juhartono.

Yayat Sudrajat dan Avo menyebutkan, 19 dusun dilanda krisis air bersih itu semuanya di luar layanan pelanggan air PDAM, tetapi permukiman-permukiman penduduk yang mengandalkan air bersh dari sumur-sumur gali, sumur bor dan mata air sekitar. Namun, ketika didera kamarau sumber-sumber air bersih di dusun-dusun tersebut surut bahkan sampai benar-benar kering kerontang.

Terpantau “PR”, untuk membantu warga di dusun-dusun tersebut, BPBD Kuningan sejak tanggal 9 Agustus 2019 telah rutin setidaknya dua hari sekali mengirim bantuan air bersih ke sejumlah dusun di antaranya menggunakan mobil tangki air. Bantuan serupa ke dusun-dusun lainnya juga telah rutin dilakukan dari sejumlah pihak lainnya berupa bantuan sukarelawan melalui koordinasi dengan BPBD Kuningan. Di antaranya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kuningan, perusahaan AD Putra, komunitas Jip Kuningan Raya, serta sisipan-sisipan bantuan insidental dari sejumlah pihak lainnya.***

Bagikan: