Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 22.7 ° C

Load Factor BIJB Kertajati Masih Wajar untuk Musim Low Season

Novianti Nurulliah
SELAIN  gratis, Damri menawarkan perjalanan setiap dua jam untuk mencapai ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang ada di Kabupaten Majalengka.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR
SELAIN gratis, Damri menawarkan perjalanan setiap dua jam untuk mencapai ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang ada di Kabupaten Majalengka.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

BANDUNG, (PR),- Pengakuan sepinya penumpang jasa angkutan penumpang ke Bandara Kertajati tidak berbanding lurus dengan load factor atau keterisian penumpang bandara. Saat ini bandara yang beroperasi baru setahun lebih itu masih di angka 59-60 persen load factor-nya. Jumlah tersebut jumlah yang wajar layaknya bandara lain ketika musim low season seperti sekarang ini, ditambah harga tiket pesawat yang tengah melambung. 

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, pengakuan beberapa shuttle angkutan ke bandara yang diungkapkan di media awal pekan ini merupakan suatu hal yang wajar karena dampak banyaknya pengajuan angkutan penumpang menuju bandara Kertajati. Untuk dari Bandung saja, mereka telah menerbitkan 12 izin trayek bagi 12 perusahaan jasa angkutan penumpang. Belum lagi dari daerah lainnya. 

"Kami sendiri dalam satu tahun memang menggratiskan Damri menuju dan dari bandara. Hal itu sebagai insentif dari pemerintah guna meramaikan bandara baru itu dan itu merupakan bagian dari sosialisasi pemerintah juga. Untuk swasta kami pahami ada korban tanda kutip, (penumpang) lari ke Damri, " kata Hery kepada "PR", Kamis, 10 Oktober 2019.

Meski demikian, pihaknya terus menanamkan rasa optimistis terhadap pelaku jasa angkutan penumpang ke bandara karena kelak akses darat menjual bandar usai yaitu Tol Cisumdawu, dipastikan akan semakin meramaikan bandara. Hanya tinggal menunggu waktu, 2020 atau seiring beroperasinya Cisumdawu, Bandara Kertajati pun akan semakin ramai. 

"Kan kita bandara baru yang akses daratnya sedang dibangun di Cisumdawu, jadi menurut saya izin trayek yang sekarang tetap dipegang tidak perlu mundur, perlu ada kesabaran. Semua akan terbayar kalau Cisumdawu dibuka tahun 2020 itu akan jadi satu jam setengah perjalanan dari Bandung, keuntungan berlipat-lipat," ujar dia. 

Hery pun mengatakan, kelak memasuki high season terutama jelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) load factor dan pax naik. "Saya melihat ini soal daya tahan bisnis saja.  Termasuk sekarang hanya dua maskapai Lion dan Airasia mereka bertahan dan justru mereka malah menambah frekuensi dan rute seperti Lion yang menambah rute Kertajati Palembang," kata dia. 

Saat ini dua maskapai Garuda dan Citilink akan kembali beroperasi menunggu high season. Untuk Garuda sendiri di luar komersial dua kali seminggu akan melayani umrah dari Kertajati pada Oktober ini. 

Adapun data dari Humas BIJB, jumlah penumpang dari 1 Juli sampai 8 Oktober 277.211 passanger. Pergerakan pesawat 2.474. Total Penumpang 3 hari terakhir Minggu 2.178, Senin 2.054, Selasa 2.003. Rata2 Load Factor Lion Air 58 persen. Air Asia 59 persen. Meski memasuki periode low season, tapi yang menggunakan Kertajati masih relatif stabil. Peningkatan diprediksi bakal terjadi lagi di November akhir sampai Libur Nataru. 

Izin trayek tidak semahal itu

Sementara itu, Hery pun membantah jika perizinan trayek bandara membutuhkan dana sampai miliaran rupiah. "Soal perizinan trayek, saya perlu koreksi. Tidak sampai miliaran, tapi jutaan. Mungkin miliaran ditambah pengadaan armada. Tidak ada izin trayek miliaran, jika ada pungutan lapor saya," tutur dia. 

Terkait keluhan, Hery menjamin semua akan indah pada waktunya. "Stakeholder dimohon bersabar demi bandara impian Jabar ini. InsyaAllah tidak akan lama (bandara akan ramai)," ujar dia.***

Bagikan: