Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Delapan Perantau dari Wamena, Pulang dengan Selamat di Sumedang

Adang Jukardi
WAKIL Bupati Sumedang Erwan Setiawan (baju batik) berfoto bersama delapan warga asal Kabupaten Sumedang yang merantau di Wamena Papua, saat tiba dengan selamat di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Rabu, 9 Oktober 2019 malam. Mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, pascakerusuhan di Wamena Papua, 23 September lalu.*/ADANG JUKARDI/PR
WAKIL Bupati Sumedang Erwan Setiawan (baju batik) berfoto bersama delapan warga asal Kabupaten Sumedang yang merantau di Wamena Papua, saat tiba dengan selamat di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Rabu, 9 Oktober 2019 malam. Mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, pascakerusuhan di Wamena Papua, 23 September lalu.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Sebanyak delapan warga asal Kabupaten Sumedang yang merantau di Wamena, Papua, tiba dengan  selamat di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Jalan Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Rabu, 9 Oktober 2019 malam. Mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, pascakerusuhan di Wamena, Papua, 23 September lalu.

Kedelapan warga  perantau tersebut  berasal dari 3 kecamatan yakni Sumedang Selatan, Cimanggung dan Wado. Mereka  merantau ke Papua berprofesi sebagai buruh dan pedagang.

Kedatangan mereka langsung disambut Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan beserta jajaran Pemkab Sumedang di ruang tengah Gedung Negara. Kebahagiaan terlihat di raut wajah mereka ketika menginjakan kakinya di tanah kelahirannya. Terlebih mereka sudah bertahun-tahun merantau di Wamena, Papua.

Salah seorang warga  perantau yang tinggal di Wamena sejak 2012 lalu Ridwansyah (39) mengatakan, dirinya mengaku kehilangan mata pencaharian akibat konflik dan kerusuhan yang terjadi di Papua. Harta benda hasil bekerja di Wamena yang dikumpulkan bertahun-tahun, ludes nyaris tak tersisa akibat dijarah dan dibakar massa yang anarkis. "Namun, alhamdulillah saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Sumedang dalam kondisi selamat," ujarnya.

Menurut dia, perasaannya langsung tenang  setiba di tanah kelahirannya di Sumedang. Rasa takut pascakerusuhan di Wamena pun, mendadak  hilang. "Saat di Wamena situasinya genting dan mencekam. Setiap harinya saya tidak bisa tidur dihantui rasa takut. Untuk makan saja susah. Sampai-sampai saya di sana kelaparan," tutur Ridwansyah menceritakan kondisi di Wamena pascakerusuhan.

Ia mengharapkan situasi dan kondisi di Wamena Papua, bisa kembali aman dan segera pulih seperti sediakala. Jika situasinya sudah kembali aman dan kondusif,  ia dan keluarganya berencana akan kembali ke Wamena untuk mencari nafkah. "Harapan saya, Wamena kembali aman karena usaha saya di sana. Kalau sudah kondusif sepenuhnya, Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan saya dan keluarga akan kembali ke Wamena," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengatakan, dirinya  bersyukur karena warganya yang berada di Wamena bisa kembali pulang ke Sumedang dengan selamat. "Saudara kita dari Sumedang yang bekerja di Wamena, alhamdulillah sekarang bisa  pulang ke kampung halamannya. Kendati harta bendanya tidak bisa diambil kembali karena dijarah, secara fisik mereka selamat. Kita harus tetap bersyukur karena keselamatan jiwanya bisa terjaga," katanya.

Menurut dia, mengingat mereka masih mengalami trauma imbas konflik sosial yang menimpa Wamena, sehingga Pemkab Sumedang melalui Dinsos P3A akan melakukan pendampingan dan trauma healing untuk proses  penyembuhannya. "Kami akan memantau perkembangan psikis mereka selama di Sumedang. Jangan sampai terus dihantui trauma sehingga lama kelamaan bisa sakit," ucap Wabup Erwan.

Ia menambahkan, setibanya dikampung halaman, mereka  bisa istirahat  dan berkomunikasi dengan pihak keluarga, sebelum memutuskan untuk tinggal di kampung halaman atau kembali ke Wamena. "Komunikasikan dulu dengan keluarga, sambil  memastikan kondisi di Wamena benar-benar aman dan kondusif," ujarnya.***

Bagikan: