Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Sumur Ajaib di Haurwangi

Shofira Hanan
SEJUMLAH warga mengambil air bersih dari sumur ajaib di Desa Ramasari, Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Di tengah kekeringan, air dari sumur itu justru semakin melimpah ruah meskipun diambil oleh banyak orang setiap harinya.*/SHOFIRA HANAN/PR
SEJUMLAH warga mengambil air bersih dari sumur ajaib di Desa Ramasari, Haurwangi, Kabupaten Cianjur. Di tengah kekeringan, air dari sumur itu justru semakin melimpah ruah meskipun diambil oleh banyak orang setiap harinya.*/SHOFIRA HANAN/PR

SEBUAH sumur yang tak pernah surut, kini sedang menjadi perbincangan banyak orang. Sumur ajaib, begitulah nama yang diberikan warga untuk sebuah sumber air yang hingga saat ini tetap melimpah meski sedang berada di musim kemarau.

Sumur yang berada di salah satu rumah di Kampung Ramasari RT 001 RW 01 Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur itu, akhirnya diandalkan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Betapa tidak, semakin banyak air yang diambil maka akan semakin banyak debit air di sumur tersebut.

”Memang tidak pernah surut, ketika sumur lain tidak ada airnya karena kekeringan. Sumur ini tetap punya air yang melimpah ruah,” ujar Ketua RW setempat, Karyana, Selasa, 8 Oktober 2019. 

Menurut informasi yang diperoleh, sumur itu dibuat oleh seorang warga pada tahun 2000-an. Sumur dibuat saat musim kemarau panjang terjadi, seperti saat ini. Diketahui, sumur itu memiliki kedalaman hingga tujuh meter.

Pada saat itu, pemilik sumur mempersilahkan warga untuk mengabil air dari sumur yang belakangan diketahui tidak pernah surut sampai sekarang. Akan tetapi, saat ini pemilik rumah dan sumur sudah berganti karena pemilik lama menjualnya.

”Tapi Alhamdulilah sama pemilik yang sekarang masih tetap dipersilakan (mengambil air),” kata dia.

Menurut dia, air yang didapat dari sumur itu pun terbilang bersih dan jernih. Tidak heran setiap kemarau tiba, sumur akan dipenuhi warga yang membutuhkan pasokan air.

Dipadati warga

Hampir setiap hari sumur dipadati warga, bahkan meskipun malam tiba. Ia mengatakan, akan selalu ada warga yang datang karena terdesak kebutuhan air bersih.

Tidak hanya warga setempat, warga dari kampung lain juga ikut mengambil air dari sumur itu. Di antaranya dari Kampung Raksabala, Kampung Sagatan, dan Kampung Bobodolan.

Salah seorang warga, Ardi (54), mengaku, sudah lama mengetahui keberadaan sumur ajaib itu. Ia bahkan selalu pergi mengambil air kesana setiap musim kemarau datang.

”Dalam sehari, bisa dapat enam jeriken kalau berangkat mengambil pagi dan sore. Saya pribadi dari Kampung Raksabala, kalau datang harus pakai motor,” ujar dia.

Ia dan warga lain sangat bersyukur dan berterimakasih dengan keberadaan sumur ajaib. Apalagi, sampai saat ini sumber air milik warga mayoritas tak bisa digunakan lagi karena sudah sangat kering.

Setidaknya bisa diperoleh empat hingga enam jeriken air untuk memenuhi kebutuhan warga. Biasanya, air akan digunakan untuk kebutuhan masak dan juga mandi cuci kakus (MCK).

Dirawat kebersihannya

Sementara itu, Pemilik rumah, Anas (43) mengatakan, dalam dua bulan terakhir, setiap hari warga dari empat kampung berdatangan ke belakang rumahnya untuk mengambil air dari sumur.

“Silakan dimanfaatkan airnya, sebanyak-banyaknya. Mari dirawat kebersihannya bersama-sama dan saling menjaga,” ujar Anas.

Ia membenarkan, jika air dari sumur tidak pernah surut. Apalagi di musim penghujan, air sumur tersebut bisa diambil dengan gayung karena sangat melimpah. Anas berharap, sumur tersebut bisa terus memberikan manfaat bagi banyak orang.***

Bagikan: