Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sebagian cerah, 25.9 ° C

Warga Banjar Berjuang agar Exit Tol Tetap di Cimaragas

Tim Pikiran Rakyat
WAKIL Wali KOta Banjar, H Nana Suryana.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN
WAKIL Wali KOta Banjar, H Nana Suryana.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).- Wakil Wali Kota Banjar, H Nana Suryana berharap masyarakat Banjar ikut berjuang terkait rencana pembangunan jalan tol Bandung - Cilacap dan reaktivasi kereta api tujuan Pangandaran.

"Exit tol itu sudah diusulkan di Cimaragas Kab Ciamis. Usulan itu sudah disampaikan kepada Gubenur Jabar maupun pemerintah pusat. Diharapkan itu bisa direalisasikan pada waktunya," ujar H.Nana Suryana, Minggu 6 Oktober 2019.

Dijelaskan dia, exit tol di Cimaragas itu berdampak positif terhadap Kota Banjar. Karena, Cimaragas Kab. Ciamis itu berbatasan langsung dengan wilayah Kota Banjar. 

"Jika exit tol jauh dari Kota Banjar, seperti di Kertahayu Kec. Pamarican Kab. Ciamis, maka sudah dipastikan sentra bisnis di Kota Banjar mati. Tak mungkin mau ke Bandung berputar dulu ke Kertahayu itu," ujarnya.

Dijelaskan dia, jika exit tol Cimaragas, lalu lintas kendaraan berpotensi langsung masuk wilayah Kota BAnjar. Otomatis, perekonomian dan wisata situ Leutik Cibeureum Kota Banjar pun nantinya akan ikut terdongkrak.

Dua stasiun 

"Selain exit tol di Cimaragas, kami, Pemkot Banjar pun berharap di Kota Banjar dibangun dua stasiun. Tidak jauh dari stasiun utama yang ada sekarang ini," ujar H.Nana.

Menurutnya, pembangunan stasiun baru itu diperuntukan khusus kareta api tujuan Pangadaran. Seiring ada rencana reaktivasi kereta api tujuan Pangadaran itu.

"Masyarakat Banjar diharuskan ikut berteriak-teriak, memperjuangkan exit tol di Cimaragas dan miliki stasiun baru tujuan Pangandaran. Jika bukan oleh warga Banjar, oleh siapa lagi. Intinya, baik jalan tol maupun reaktivasi kereta api itu jangan hanya Pangandaran saja yang diuntungkan. Sementara, Banjar yang dilintasi itu hanya jadi penonton," ujarnya.

ILUSTRASI kereta api.*/DOK. PR

Seperti diberitakan sebelumnya, Deputi Ekskutif Vice President Daop 2 Bandung,  Hendra Wahyono saat melakukan kunjungan kerja di Stasiun Karangpucung Kota Banjar, mengatakan, pemetaan atau mapping rencana reaktivasi kereta api (KA) Banjar - Pangandaran selesai tahun 2019 ini. Pelaksaan pembangunnya itu diprogramkan setelah reaktivasi jalur Cibatu-Garut-Cikajang tahun 2019 ini.

"Mapping sudah selesai. Reaktivasinya masih menunggu keputusan pusat dan selesainya reakativasi jalur Cibatu Garut itu. Pastinya reaktivasi Banjar - Pangandaran belum bisa dilaksanakan tahun 2019 ini," ujar Hendra kepada wartawan Kabar Priangan, Dede Iwan.

Menyikapi aspirasi Pemkot Banjar yang mengharapkan stasiun tujuan Pangandaran dibangun terpisah, tidak jauh dari stasiun utama Banjar sekarang ini, dikatakan Hendra, itu ada berpeluang.

"Keberadaan stasiun baru tujuan Pangandaran yang tidak jauh dari stasiun Banjar, dimungkinkan itu bisa direalisasikan. Diantara syaratnya banyak jalur kereta api dari Pangandaran dan ketersediaan lahan untuk stasiun baru itu,"ujar Hendra.***

Bagikan: