Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Momen Langka saat Bunga Gigas Mekar Sempurna

WARGA memotret salah satu koleksi tumbuhan Kebun Raya Bogor,  Amorphophallus gigas teijsm & binn, Senin, 7 Oktober 2019. Sejak ditanam 2007 lalu, bunga itu baru mekar untuk ketiga kalinya.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
WARGA memotret salah satu koleksi tumbuhan Kebun Raya Bogor, Amorphophallus gigas teijsm & binn, Senin, 7 Oktober 2019. Sejak ditanam 2007 lalu, bunga itu baru mekar untuk ketiga kalinya.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

AROMA tak sedap sudah tercium dari Pintu Utama Kebun Raya Bogor, Senin, 7 Oktober 2019. Rupanya, aroma seperti bangkai itu berasal dari salah satu koleksi tumbuhan Kebun Raya Bogor, Amorphophallus gigas teijsm & binn atau yang lebih sering disebut Gigas. 

Bunga setinggi 2,9 meter itu memang mencuri perhatian. Selain aromanya yang khas, satu-satunya spesimen Amorphophallus ini juga ditanam tak jauh di area pintu utama, tepatnya di Vak XI.L.73 di sekitar area Taman Araceace.

Bunga Gigas sendiri memang baru ketiga kalinya mekar setelah pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor pada 4 Januari 2007 lalu. Aroma koleksi tumbuahan dari Padang Sidempuan, Sumatera Barat itu menyengat, membuat pengunjung Kebun Raya Bogor sering mengira bunga tersebut masuk dalam kategori Bunga Rafflesia.

Peneliti Kebun Raya Bogor Inggit Puji Astuti mengatakan, bunga Gigas tersebut mulai mekar pada Sabtu, 5 Oktober 2019, dan mekar sempurna pada Minggu, 6 Oktober 2019 sekira pukul  09.00 WIB. 

Bunga Gigas, menurut Inggit, sangat digemari oleh serangga. Saat bunga tersebut mekar dan mengeluarkan aroma tak sedap, secara insting para serangga justru datang mendekat.

“Bunga ini saudara dekat bunga bangkai, tetapi jangan keliru dengan Rafflesia ya. Kalau Rafflesia itu parasit murni, kalau  Gigas kemungkinan bisa tumbuh di alam, dan masuk dalam kategori umbi-umbian. Energi untuk menimbulkan bunga ini lebih banyak, jadi mendukung pertumbuhan bunga ini,” ujar Inggit.

Perbedaan dengan bunga bangkai sejenis

Menurut Inggit, perbedaan antara Gigas dan Bungai Bangkai sejenis Amorphophallus tetanium terdapat pada lebar bunganya. Bungai Bangkai berukuran lebih lebar dan besar, namun pendek. 

Ketika layu, Bunga Bangkai akan tumbuh biji, dan tangkainya akan memanjang. Sementara untuk Gigas, bunganya menjulang tinggi, dan bunganya bisa lebih banyak.

Saat ini, Kebun Raya Bogor memiliki kurang lebih enam jenis Bunga Bangkai. Sementara untuk jenis Gigas, Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu jenis karena tergolong tumbuhan langka.

Untuk pengembangbiakan jenis tanaman langka tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sedang berupaya melakukan insect polinasi untuk menghasilkan biji tanaman Gigas.

“Kita sedang melakukan ekplorasi, mudah-mudahan berhasil,” kata Inggit.

Selain Gigas,  salah satu Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor yakni Rafflesia patma juga mekar. Rafflesia kembali mekar untuk ke-16 kalinya, dalam 10 tahun terakhir.

Jadi daya tarik

Sementara itu, beberapa pengunjung Kebun Raya Bogor ramai-ramai mengabadikan mekarnya Bunga Gigas. Mereka secara bergantian berswafoto di depan tumbuhan langka tersebut.  

Farhan (35), warga Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, sengaja datang ke Kebun Raya Bogor untuk melihat koleksi tanaman Bunga Bangkai bersama anaknya.

“Saya lihat di facebook LIPI, katanya bunga bangkai sedang mekar, jadi  saya datang. Saya kira ini (Gigas) bunga Rafflesia, ternyata  beda jenis ya,” kata Farhan.

Hal serupa juga diungkapkan warga Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Achmad Sudarno.  Achmad mengaku tak ingin menyia-nyiakan momen langka tersebut, karena Bunga Gigas  tidak setiap tahun mekar.

“Saya dengar mekarnya hanya tiga hari saja, makanya saya buru-buru pengen lihat,” ujar Achmad.***

Bagikan: