Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Kurangi Limbah, IPAL Komunal Diusulkan di Sungai Cilamaya

Hilmi Abdul Halim
SUNGAI Cilamaya.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
SUNGAI Cilamaya.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta berencana membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah komunal. Fasilitas itu digunakan untuk mengolah limbah dari sejumlah pabrik sebelum dibuang ke Sungai Cilamaya.

Rencana itu muncul setelah ditemukannya kembali pabrik yang membuang limbah ke sungai tanpa proses pengolahan terlebih dulu. "Besok-lusa kita akan cari tahu dulu lewat konsultan," kata Kepala DLH Purwakarta Deden Guntara, Senin, 7 Oktober 2019.

Limbah dari pabrik-pabrik di wilayah Purwakarta khususnya Kecamatan Cibatu dituding mencemari air Sungai Cilamaya. Temuan itu pun mengejutkan dinas terkait. Menurut Deden, pengawasan terhadap pabrik-pabrik tersebut sudah cukup ketat.

Namun, dari lima pabrik yang membuang limbahnya ke sungai tersebut, Deden menyebutkan tiga di antaranya sudah memenuhi aturan yang berlaku. "Dua pabrik lainnya itu masih menunggu proses hukum di kepolisian," katanya.

Deden mengaku tidak mengetahui proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap kedua pabrik tersebut. Namun, saat ini keduanya diduga masih membuang limbah ke sungai.

Selain di Purwakarta, terdapat sedikitnya enam pabrik lain yang diduga membuang limbahnya ke Sungai Cilamaya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dedi Mulyadi menyebutkan lima pabrik berada di wilayah Kabupaten Subang dan satu lagi di Karawang.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Karawang dan Subang untuk membuat IPAL komunal. "IPAL itu nanti gabungan Purwakarta-Subang-Karawang. Partisipasi dari swasta, pemerintah daerah dan mudah-mudahan dari kementrian," kata Dedi Mulyadi.

Gagasan tersebut disampaikannya langsung kepada perwakilan dari tiga pemerintah daerah terkait. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi yang pertama dilakukan khusus untuk membahas pencemaran di Sungai Cilamaya.

Selain itu, Dedi Mulyadi secara pribadi membentuk satuan tugas beranggotakan 100 orang. "Mereka tugasnya membersihkan sampah dari hulu ke hilir sungai Cilamaya setiap hari," katanya menjelaskan.

Selain itu, ia juga berencana menggelar acara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2019 mendatang dengan membersihkan Sungai Cilamaya. Sebanyak 25 ribu peserta akan disiapkan untuk ikut serta membersihkan sungai tersebut dari hulu hingga ke hilirnya.

Kegiatan itu diharapkan dapat memicu masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan sungai. "Setelah itu harus ada regulasi. Kalau tidak ada, masyarakat kita itu tidak ada kesadaran. Saya mencontohkan, dana desa digunakan untuk membangun infrastruktur pengolahan sampah," tuturnya.***

Bagikan: