Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Warga Bikin Sumur di Alur Sungai, Tetap tak Dapatkan Air

Nuryaman
PERSONEL Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan disertai  warga mengecek salah satu sumur gali di alur Sungai Cijurey yang sudah mengering akibat kemarau di Kampung Seming, Dusun Manis, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Rabu 2 Oktober 2019.*/DOK. BPBD KUNINGAN
PERSONEL Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan disertai warga mengecek salah satu sumur gali di alur Sungai Cijurey yang sudah mengering akibat kemarau di Kampung Seming, Dusun Manis, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Rabu 2 Oktober 2019.*/DOK. BPBD KUNINGAN

KUNINGAN, (PR).- Warga lingkungan RT 14 RW 05, di Kampung Seming, Dusun Manis, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, sekitar Sungai Cijurey anak Sungai Cisanggarung, kini mulai dilanda krisis air bersih akibat kemarau. 

Seperti di tujuh dusun di empat desa lainnya di Kabupaten Kuningan yang telah lebih awal dilanda krisis air bersih pada musim kemarau ini, sumber-sumber air bersih warga di Kampung Seming, belakangan ini semuanya sudah surut air bahkan sebagian besar sudah kering kerontang.

Berdasarkan hasil pengecekan tim dari Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu 2 Oktober 2019, untuk mengatasi masalah, warga di kampung tersebut pada musim kemarau ini banyak yang  membuat sumur gali di alur Sungai Cijurey. Namun, sumur-sumur darurat di sungai yang sudah kering tanpa aliran air itu pun, kini sudah tak lagi berair. 

“Beberapa di antaranya ada juga yang masih berair, tetapi sangat sedikit,” ujar Aep, personel  Pusdalops PB BPBD Kuningan sepulang dari kampung tersebut.

Penanggulangan darurat

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kuningan Ayp Sutrisno didampingi salah satu stafnya Yayat Sudrajat, menyebutkan, menyikapi itu BPBD Kuningan akan memberikan bantuan penanggulangan darurat. Bentuk bantuannya berupa pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki air seperti yang selama ini telah dilakukan ke tujuh dusun lainnya yang  terkena krisis air bersih.

“Untuk itu, tadi kami bekerja sama dengan pihak pemerintah Desa Baok dan warga di Kamoung Seming telah membuat dua bak penampung airnya menggunakan terpal plastik," ujar Yayat Sudrajat.

Yayat lebih lanjut menyebutkan, bantuan air bersih berikut pendistibusiannya ke kampung tersebut, akan dilakukan oleh komunitas Jip Kuningan Raya (JKR), dengan volume kiriman lebih kurang 5.000 liter per hari. “Tadi saya sudah komunikasi dengan teman-teman JKR, pengiriman bantuan air bersih dari JKR ke Kampung Seming akan dilakukan mulai sore ini,” ujar Yayat, seraya menyampaikan terima kasih atas kepedulian JKR tersebut.

Sebagaimana diberitakan, sebelumnya pada musim kearau ini di Kabupaten Kuningan  sudah ada tujuh dusun dilanda krisis air bersih dan sejak tanggal 9 Agustus 2019 telah mendapat bantuan rutin distribusi air bersih dari BPBD Kuningan,ditambah sisipan-sisipan bantuan dari beberapa pihak lainnya.  

Ketujuh dusun itu lima dusun di antaranya berada di Kecamatan Karangkancana. Terdiri atas Dusus Sukagalih 1 dan Dusun Sukagalih 2 di Desa Sukasari, Dusun Sukamenak dan Sukahurip di Desa Simpayjaya, serta Dusun Sukaasih di Desa Cihanjaro. Dua dusun lainnya, Dusun Puhun dan Dusun Calingcing, di Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi.***

Bagikan: