Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Langkah Lestarikan Olah Raga Tradisional oleh ASN Ciamis

Nurhandoko
PESERTA bakiak panjang tengah berpacu, saat Invitasi Olahraga Tradisional (oltrad) yang berlangsung di Lapangan Linggasari, Kabupaten Ciamis, Senin, 30 September 2019. Upaya pelestarian oltrad melalui invitasi tersebut, khusus untuk kalangan ASN Ciamis.*/NURHANDOKO/PR
PESERTA bakiak panjang tengah berpacu, saat Invitasi Olahraga Tradisional (oltrad) yang berlangsung di Lapangan Linggasari, Kabupaten Ciamis, Senin, 30 September 2019. Upaya pelestarian oltrad melalui invitasi tersebut, khusus untuk kalangan ASN Ciamis.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Suasana Lapangan Linggasari, Ciamis, Senin, 30 September 2019 mendadak ramai, mirip perayaan agustusan. Berbagai olahraga tradidisional (oltrad) bersamaan ditampilkan di lapangan yang kondisinya kering kerontang.

Kali ini oltrad khusus diikuti oleh kalangan aparatur sipil negara (ASN), digelar oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Ciamis. Tanpa memedulikan panas yang menyengat, mereka tampak ansusias memainkan oltrad, seolah tengah menikmati nostalgia masa kecil.

Aneka olahraga tradisional yang dimainkan, mulai dari dogongan, terompah (bakiak) panjang , egrang, balap karung, hadangan termasuk gobak sodor . Saat permainan berlangsung, lapangan ramai teriakan pemain maupun suporter. Semakin bertmbah riuh ketika ada peserta yang jatuh tersungkur, bergulingan.

Tidak patah semangat, meski berkali-kali jatuh, peserta tetap berupaya menyelesaikan permainan hingga batas akhir. Lecet akibat terbentur tanah yang keras juga tidak lagi dipedulikan. Mereka tetap gembira, meskipun berada di urutan paling buncit.   
 

“Oltrad ini peninggalan leluhur yang saat ini sudah jarang dimainkan, apalagi di kalangan milenial. Banyak diantara mereka yang tidak tahu permaianan tersebut, karena tersingkir oleh gadget. Oltrad harus dilestarikan. Ingat olahraga prestasi kan sudah jelas arah pembinaannya,” tutur Bupati Ciamis Herdiat Sunarya usai membuka Invitasi Oltrad, dengan meniup sumpit.

Untuk kembali menggairahkan serta membangkitkan oltrad ini, lanjutnya diawali oleh kalangan ASN. Peserta invitasi juga diikuti oleh PNS yang mewakili masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Oltrad, lanjutnya  bisa digelar kapan saja, tanpa harus menunggu momentum agustusan.

Oltrad yang saat ini digelar, kata Herdiat, tidak hanya upaya melestarikan, akan tetapi sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar sesama ASN Pemkab Ciamis. Ketika jalinan silaturhami semakin erat, pada gilirannya bakal berpengaruh positif terhadap ASN, meningkatkan saling kerjasama, meningkatkan kinerja.

“Disatu sisi ikut melentasikan oltrad, di lain sisi memupuk kebersamaan yang semakin erat. Komunikasi antar pegawai semakin bagus, etos dan semangat kerja tentu akan meningkat,” jelas Herdiat.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Didi Koesnadi mengatakan bahwa upaya pembangunan masyarakat, harus dilakukan secara sinergis antara infrastruktur dengan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui oltrad. Selain itu kegiatan tersebut juga sebagai ajang menjaring atlet oltrad untuk persiapan Porsenitas (Pekan Olahraga Seni perbatasan)

“Tidak hanya dikalangan ASN saja, akan tetapi oltrad harus kembali menjadi bagian kehidupan di masyarakat. Oltrad tetap harus dipelihara, dilestarikan serta dikembangkan. Banyak nilai yang daat dipetik, baik yang tersurat maupun tersirat, seperti membangun kebersamaan,” tutur Didi.***

Bagikan: