Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Baru Tiga Bulan Direhab, Atap SDN Kalangsuria III Ambruk

Dodo Rihanto
KONDISI salah satu dari tiga ruangan yang atapnya ambruk di SDN Kalangsuria III,  ambruk, Kabupaten Karawang. Ambruknya atap sekolah terjadi pada Minggu, 29 September 2019 sekira pukul 11.00 WIB. Padahal, atap ruang kelas tersebut baru diperbaiki 2016 lalu.*/DODO RIHANTO/PR
KONDISI salah satu dari tiga ruangan yang atapnya ambruk di SDN Kalangsuria III, ambruk, Kabupaten Karawang. Ambruknya atap sekolah terjadi pada Minggu, 29 September 2019 sekira pukul 11.00 WIB. Padahal, atap ruang kelas tersebut baru diperbaiki 2016 lalu.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Atap dua ruang kelas dan satu kantor SDN Kalangsuria III ambruk. Padahal, atap ruang kelas tersebut baru diperbaiki 2016 lalu.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu, 29 September 2019 sekira pukul 11.00 WIB. Diduga kuat, rangka atap yang terbuat dari baja ringan memuai terkena panas matahari. Kodisi itu diperparah oleh beban berat genting keramik, sehingga kontruksi atap bergeser yang pada akhirnya menyebabkan atap ambruk.

"Atap ruang kelas memang sudah miring sejak satu bulan silam. Kemarin atap itu ambruk. Beruntung sekolah sedang libur, sehingga reruntuhan atap tidak menimpa anak didik," ujar Hasan Basri, warga sekitar SDN Kalangsuria III ketika ditemui Pikiran Rakyat pada Senin, 30 September 2019. 

KONDISI salah satu dari tiga ruangan yang atapnya ambruk di SDN Kalangsuria III,  ambruk, Kabupaten Karawang. Ambruknya atap sekolah terjadi pada Minggu, 29 September 2019 sekira pukul 11.00 WIB. Padahal, atap ruang kelas tersebut baru diperbaiki 2016 lalu.*/DODO RIHANTO/PR

Dari pantauan di lapangan, puing atap tiga ruangan yang ambruk berserakan di dalam ruang kelas dan serambi. Langit-langit kelas yang terbuat dari gypsum berikut tiang penyangga atap baja ringan pun berserakan di lantai. 

Atap yang ambruk berada di atas ruang kelas VB dan atap bagian belakang kelas VI sudah miring. Warga, penjaga sekolah, guru, dan beberapa murid bergotong royong menyelamatkan barang-barang di ruang guru yang ikut ambruk.

Rehab susulan

Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Rengasdengklok, Rusta Anzela, mengungkapkan, ruang yang ambruk pernah direhab pada 2016. Hanya saja, rehab yang dilakukan saat itu diduga kurang signifikan. 

"Rangkanya baja ringan, tetapi menggunakan genting tanah. Selain itu pemborong hanya mengganti langit-langit dari gypsum," katanya.

KONDISI salah satu dari tiga ruangan yang atapnya ambruk di SDN Kalangsuria III,  ambruk, Kabupaten Karawang. Ambruknya atap sekolah terjadi pada Minggu, 29 September 2019 sekira pukul 11.00 WIB. Padahal, atap ruang kelas tersebut baru diperbaiki 2016 lalu.*/DODO RIHANTO/PR

Rusta juga menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan rehab susulan pada 2018 lalu. karena melihat ada tanda-tanda kerusakan. "Kemarin kami sampaikan lagi pengajuan rehab," katanya.

Belajar bergantian

Guna mengantisipasi terjadinya korban, pihak sekolah terpaksa tidak menggunakan lagi kelas yang atapnya ambruk dan miring. Anak didik kelas V B dan VI terpaksa belajar bergantian dengan siswa kelas lain, dengan sistem dua shift. Sementara para guru menggunakan ruang lain.

"Jumlah siswa di sekolah itu ada 418 orang yang dibagi dalam 12 rombongan belajar," kata Rusta.

KONDISI salah satu dari tiga ruangan yang atapnya ambruk di SDN Kalangsuria III,  ambruk, Kabupaten Karawang. Ambruknya atap sekolah terjadi pada Minggu, 29 September 2019 sekira pukul 11.00 WIB. Padahal, atap ruang kelas tersebut baru diperbaiki 2016 lalu.*/DODO RIHANTO/PR

Dijelaskan juga, satu pekan sebelum ambruk,  tanda-tanda pergeseran atap sudah mulai terlihat, seperti ada genteng jatuh. Sejak itu, pula pengelola sekolah mulai mengosongkan ruang kelas yang atapnya mulai miring.

"Kegiatan belajar mengajar mulai dipindahkan ke kelas yang aman demi keselematan siswa. Kemarin, hanya ruang kantor sekolah yang belum dikosongkan," katanya.

Kepala SDN Kalangsuria III, Uni Wiarsih meminta anak didiknya tak mendekti ruang kelas yang ambruk "Anak-anak kami larang mendekati gedung yang ambruk," kata Uni.***

Bagikan: